Sumbawa, 4 Desember 2025— Laut Selatan kembali menghadirkan kisah dramatis. Setelah 13 hari bertarung melawan gelombang, sebuah kapal bernama Gita 21 Rumpong Sukoci akhirnya terdampar di Pantai Cemara, Desa Sukamulya, Labangka 3, pada Kamis 4 Desember dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Keempat awak kapal selamat—meski penuh kelelahan dan syok setelah hampir dua minggu hilang kontak.
Kapolsek Labangka, IPDA Imam Wahyudi, S.H., M.Si, yang dihubungi media ini mengungkapkan bahwa kapal tersebut berangkat dari Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 22 November lalu. Mereka membawa logistik berupa sembako untuk dikirimkan ke Kapal Arsip 21 di perairan Pekalongan. Namun nahas, mesin kapal mendadak mati saat mereka masih berada di wilayah Puger.
Kondisi semakin genting ketika telepon genggam para awak kehilangan sinyal, sementara radio komunikasi tidak mereka bawa. Sejak saat itu, tidak ada satu pun pesan yang bisa keluar dari kapal tersebut. Empat awak kapal hanya bisa berharap pada cuaca, gelombang, dan takdir.
Selama 13 hari panjang, mereka terombang-ambing tanpa arah di ganasnya Laut Selatan. Ombak besar, angin kencang, dan malam-malam gelap tanpa pantulan cahaya daratan menjadi teman mereka hingga akhirnya arus kuat mendorong kapal ke arah Labangka.
Empat awak yang berhasil selamat itu adalah Supriadi (Kapten Kapal), Muhammad Maksum (ABK), Gampang Subagyo (ABK), Jefi Rangga Saputra (ABK)
Meski tampak lelah, keempatnya dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan di Pustu Labangka 3.
Kini, mereka sementara ditampung di rumah Ketua RT setempat sambil menunggu penjemputan dari pemilik kapal. Setelah hampir dua pekan melawan ketidakpastian di tengah laut, Labangka menjadi daratan pertama yang kembali menghadirkan rasa aman bagi mereka. (LS)







































































