Single News

710 Peserta Ikuti Seleksi Beasiswa Mekanik Alat Berat di BLK Sumbawa

Liputansumbawa.id–Seleksi beasiswa pelatihan mekanik alat berat di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa memasuki tahap akhir, pada Rabu (8/4/2026).

Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten dan siap bersaing di dunia industri.

Kepala UPTD BLK Sumbawa, Andy Ashary, SE, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan ketat dan terstruktur, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

“Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi strategi untuk mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi,” ujarnya.

Seleksi ini merupakan hasil kerja sama dengan UT School, lembaga pelatihan industri yang memiliki standar nasional hingga internasional. Dalam pelaksanaannya, UT School berperan penting dalam memastikan kualitas peserta sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor alat berat.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 710 orang. Dengan jumlah tersebut, panitia tidak dapat melakukan perubahan jadwal seleksi demi menjaga keadilan serta integritas proses yang telah ditetapkan.

Andy menjelaskan, program ini bukan rekrutmen tenaga kerja langsung, melainkan pelatihan intensif berdurasi hampir satu tahun. Materi yang diberikan mencakup teori hingga praktik lapangan melalui On the Job Training (OJT), sehingga peserta dituntut memiliki kesiapan fisik dan mental yang kuat.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi standar industri yang semakin kompetitif.

Salah satu nilai tambah program ini adalah sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang akan diperoleh peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

Sertifikat tersebut menjadi bukti kompetensi yang diakui secara nasional bahkan mendekati standar global.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa tenaga kerja lokal Sumbawa mampu bersaing dan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dunia industri,” tegasnya.

Meski penempatan kerja nantinya menjadi kewenangan perusahaan mitra, lulusan program ini dinilai telah memiliki bekal kuat berupa kompetensi teknis, sertifikasi resmi, serta mental kerja profesional.

Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya tenaga kerja lokal berkualitas, sekaligus memperkuat posisi SDM Sumbawa dalam mengisi berbagai peluang kerja di masa depan. (LS)