Single News

HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa, Bupati Tegaskan Tahun Konsolidasi Menuju Lompatan Pembangunan

Liputansumbawa.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Kamis (22/1/2026). Momentum ini dirayakan melalui upacara HUT di halaman Kantor Bupati yang dimaknai sebagai jeda sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas, untuk meneguhkan kembali langkah bersama dalam membangun daerah.

Peringatan HUT Sumbawa dihadiri tamu istimewa Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal beserta istri yang sekaligus meninjau kondisi infrastruktur daerah. Turut hadir Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori beserta istri, istri Bupati Sumbawa, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Plt Sekretaris Daerah Provinsi NTB, serta para kepala daerah tetangga, di antaranya Bupati Dompu dan Bupati Bima.
Hadir pula Sultan Kaharuddin IV, tiga mantan Bupati Sumbawa yakni Latif Majid, Jamaluddin Malik, dan Mahmud Abdullah atau Haji Mo, pimpinan Pesantren Dea Malela, para kepala OPD beserta istri, Sekda Kabupaten Sumbawa dan istri, camat dan lurah, pimpinan partai politik, NGO, tokoh masyarakat, pimpinan media, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Syarafudin Jarot, menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati telah dilantik oleh Presiden pada 15 Februari 2025. Tahun pertama kepemimpinan disebut sebagai masa konsolidasi, yang menjadi fondasi bagi lompatan pembangunan ke depan.

ā€œKami meyakini, lompatan besar hanya akan terjadi jika berpijak pada dasar yang kuat,ā€ tegas Bupati.

Selama satu tahun pertama, Pemkab Sumbawa berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam tata kelola keuangan. Namun demikian, Bupati menegaskan WTP bukanlah tujuan akhir.

ā€œYang terpenting adalah bagaimana anggaran benar-benar berpihak dan berdampak nyata bagi rakyat,ā€ ujarnya.

Pemkab Sumbawa juga terus mendorong digitalisasi layanan pemerintahan. Pembentukan satuan tugas (satgas) yang dilakukan bukan untuk menambah struktur birokrasi, melainkan mempercepat fungsi pelayanan.

Berbagai dokumen perizinan dan administrasi yang selama ini tersendat, kini didorong agar lebih cepat dan efisien.
Di sektor pembangunan sumber daya manusia, sejumlah program strategis digulirkan, di antaranya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta program pelatihan kerja bekerja sama dengan Aman Mineral. Program ini ditujukan agar SDM Sumbawa mampu bersaing di pasar lokal hingga internasional.

Selain itu, Pemkab juga menyiapkan beasiswa kedokteran bagi putra-putri daerah.

Untuk penguatan ekonomi kerakyatan, Pemkab Sumbawa menjalankan Program Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Bungin dan Labuhan Sangoro, hilirisasi udang, serta identifikasi lahan potensial untuk pengembangan garam.

Di sektor peternakan, proyek unggas terintegrasi senilai Rp1,7 triliun dijadwalkan diluncurkan pada 28–29 Januari 2026.

Di bidang pertahanan dan keamanan, Pemkab mendorong pembangunan batalion pertahanan serta pengembangan Batalyon Infantri Marinir di Samota dan Teluk Santong.

Bupati juga memaparkan peningkatan indeks jalan mantap dari 48 persen pada 2024 menjadi 50,12 persen pada 2025. Meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal, Pemkab bersama Gubernur NTB tetap membuka akses ke wilayah selatan yang selama ini terisolasi, seperti Orong Telu, Batulanteh, dan Lenangguar.

Sektor pertanian dan ketahanan pangan menunjukkan capaian signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 6.000 ton jagung berhasil diekspor, membuktikan produk pertanian Sumbawa mampu bersaing di pasar internasional.

Dalam menjaga kelestarian lingkungan, Pemkab meluncurkan Program Sumbawa Hijau Lestari sebagai program berkelanjutan melalui pembentukan Satgas Hutan dan gerakan penghijauan dengan tanaman bernilai ekonomis. Targetnya, penanaman satu juta pohon dengan gerakan ā€œSatu ASN, Satu Pohonā€.

Selain itu, Pemkab juga menyiapkan pengembangan Kawasan Samota sebagai kawasan Ekonomi Khusus (KEK), penguatan UMKM melalui program Bale Mula dan CFN dengan 400 UMKM aktif serta 300 UMKM dalam daftar tunggu.

Di bidang keagamaan, Pemkab Sumbawa menggulirkan program Sholat Subuh Berjamaah, program tahfiz Al-Qur’an, serta kesiapan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi NTB.

ā€œProgram unggulan yang kami jalankan bukan sekadar janji, tetapi kerja nyata. Kabupaten Sumbawa tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kebersamaan,ā€ pungkas Bupati.

Peringatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa ditutup dengan seruan semangat persatuan dan doa bersama untuk kemajuan daerah. (LS)