Liputansumbawa.id–Gelaran Car Free Day (CFD) di kawasan Samota pada Minggu (25/01/26) terus menjadi pusat perputaran ekonomi bagi masyarakat sumbawa. Namun, memasuki musim hujan atau yang dikenal warga sebagai ‘musim barat’ para pelaku UMKM dan petugas jasa parkir di kawasan tersebut merasakan dampak yang berbeda-beda terhadap penghasilan mereka.
Salah seorang pelaku UMKM, Anggi, yang telah berjualan sejak awal CFD Samota mengaku merasakan dampak langsung dari perubahan cuaca. Jika pada kondisi normal ia mampu meraup pendapatan kotor hingga Rp2.000.000 per minggu, kini angka tersebut mengalami penurunan.
“Semenjak musim hujan, pendapatan menurun menjadi kisaran Rp1.500.000, Rp1.000.000, bahkan Rp900.000,” ungkapnya.
Meski demikian, ia bersyukur karena penurunan tersebut tidak sampai menyentuh angka Rp500.000.
Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama berkurangnya jumlah pengunjung yang berbelanja di CFD Samota. Berbeda dengan sektor konsumsi, jasa parkiran di CFD Samota cenderung menunjukan angka yang konsisten.
Bang Jo misalnya, salah seorang petugas parkir yang telah bekerja selama dua bulan terakhir menyebutkan bahwa intensitas kendaraan tidak banyak berubah meski sudah memasuki musim hujan.
“Penghasilan per CFD (setiap minggu) kadang Rp150.000, kadang Rp100.000,” ujar bang Jo. Ia juga menjelaskan sistem setoran yang berlaku, petugas hanya menyerahkan Rp20.000 saja kepada koordinator, sementara sisanya menjadi hak penuh petugas parkir.
Menurutnya, pendapatan dari jasa parkir ini tergolong stabil jika dibandingkan dengan masa sebelum musim hujan. Karena pendapatannya setiap minggu selalu berada di kisaran angka Rp 100.000 hingga Rp 150.000,” pungkasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meski minat belanja masyarakat sedikit tertahan oleh faktor cuaca, namun antusiasme warga untuk sekadar datang dan berkunjung ke kawasan Samota tetap tinggi, yang terlihat dari tetap padatnya sepanjang area parkir. (Alina,Eky,Citra)







































































