Liputansumbawa.id — Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, terus mendorong percepatan pembangunan rumah sakit terpadu di kawasan Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI.
Hal itu disampaikan dr. Mega Harta, Kamis (7/5/2026), usai melakukan kunjungan ke Kementerian Kesehatan untuk menindaklanjuti agenda sebelumnya bersama Bupati Sumbawa dan Komisi IV DPRD Sumbawa.
Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan RSUD Sumbawa tetap masuk dalam lokus prioritas pembangunan fasilitas kesehatan rujukan nasional.
“Kami bertemu Kabiro Perencanaan dan Anggaran serta Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan yang menangani rumah sakit seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kunjungan itu juga menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada Februari 2026. Namun karena terjadi mutasi pejabat di lingkungan Kemenkes, pihaknya kembali melakukan komunikasi dengan pejabat baru agar proses pengusulan tetap berlanjut.
“Hasilnya memang belum ada anggaran di tahun 2026, tetapi kami berharap bisa masuk di tahun 2027,” katanya.
RSUD Sumbawa bersama Dinas Kesehatan, lanjutnya, berharap menu program dari pemerintah pusat nantinya dapat mengakomodir kebutuhan daerah, khususnya pembangunan fisik rumah sakit terpadu.
Selain agenda pembangunan, pihak RSUD juga melakukan koordinasi dengan Komite Rumah Sakit terkait persiapan akreditasi yang dijadwalkan berlangsung awal tahun 2027. (LS)



























































































