Single News

Pendapatan RSUD Sumbawa Naik Rp6 Miliar, Tanda Kepercayaan Masyarakat Mulai Pulih

Liputansumbawa.id—Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, menyebut pendapatan RSUD Sumbawa pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Di 2025 ada peningkatan pendapatan sekitar Rp6 miliar. Artinya ada kepercayaan masyarakat kembali kepada kita,” ujar dr. Mega Harta, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap pelayanan RSUD Sumbawa. Untuk tahun 2026, manajemen rumah sakit menargetkan capaian pendapatan minimal 80 persen dari realisasi tahun sebelumnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi pendapatan pada triwulan pertama 2026 bahkan sudah melampaui target yang ditetapkan.
Selain itu, RSUD Sumbawa saat ini disebut menjadi salah satu rumah sakit dengan pembayaran tercepat kepada penyedia obat dan bahan medis.

“Versi pengusaha farmasi, RSUD Sumbawa termasuk paling cepat dalam pembayaran. Kesan mereka juga positif,” katanya.

Di sisi lain, manajemen rumah sakit terus melakukan efisiensi di berbagai lini guna memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit.
Saat ini, cost recovery rate RSUD Sumbawa berada di angka sekitar 80 persen. Artinya, dari setiap Rp100 biaya operasional yang dikeluarkan, rumah sakit mampu memperoleh kembali sekitar Rp80.

“Minimal syaratnya tidak boleh di bawah 60 persen. Kalau bisa sampai 100 persen lebih, artinya rumah sakit sudah mandiri,” jelasnya.

Ia berharap dukungan masyarakat untuk memanfaatkan layanan RSUD Sumbawa terus meningkat agar rumah sakit daerah tersebut dapat semakin mandiri dan memberi kontribusi terhadap PAD Kabupaten Sumbawa. (LS)