Single News

MUI Sumbawa Prihatin Pelajar Terlibat Kasus Narkoba

Liputansumbawa.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, H. Faisal Salim Salim, S.Ag., M.M Inov, menyoroti keterlibatan anak di bawah umur dalam kasus narkotika yang berhasil diungkap Polres Sumbawa.

Hal tersebut disampaikan Faisal usai menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti sabu seberat 845,37 gram di Mapolres Sumbawa, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pemusnahan barang bukti narkoba merupakan langkah penting guna mencegah potensi penyalahgunaan apabila barang bukti disimpan terlalu lama.

“Barang bukti yang terlalu lama disimpan tentu berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, pemusnahan yang dilakukan sesuai prosedur hukum menjadi langkah yang tepat,” ujarnya.

Faisal juga mengapresiasi proses hukum yang dijalankan aparat penegak hukum, termasuk penyisihan sebagian barang bukti untuk kebutuhan pembuktian di persidangan.

“Kami tadi juga mendapat penjelasan bahwa sebagian barang bukti memang disisihkan untuk kepentingan persidangan. Jadi seluruh prosesnya tetap sesuai aturan,” katanya.

Namun demikian, Faisal mengaku prihatin karena dalam kasus tersebut turut melibatkan seorang pelajar tingkat SMA yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Yang paling memprihatinkan adalah keterlibatan anak di bawah umur. Ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa eksploitasi terhadap anak dalam jaringan narkoba semakin mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, persoalan narkoba tidak mengenal batas wilayah dan dapat melibatkan siapa saja. Karena itu, diperlukan kewaspadaan bersama dari seluruh elemen masyarakat.

“Bukan soal berasal dari daerah mana. Kalau praktik seperti ini dianggap biasa, maka akan semakin banyak anak-anak yang berpotensi terjerumus,” tegasnya.

MUI Kabupaten Sumbawa, lanjut Faisal, juga berkomitmen mendukung upaya pencegahan peredaran narkoba melalui jaringan pengurus MUI hingga tingkat kecamatan.

“Kami mendorong seluruh elemen masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Faisal berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menekan peredaran narkoba di Kabupaten Sumbawa.

“Memang tidak mudah memberantas narkoba hingga tuntas, tetapi paling tidak peredarannya bisa diminimalisir demi menyelamatkan generasi muda,” tutupnya. (LS)