Liputansumbawa.id – Maraknya dugaan penipuan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas. Salah satunya dengan menutup portal mitra sementara serta memperketat proses verifikasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Langkah tersebut diambil menyusul munculnya sejumlah kasus dugaan penipuan yang mencatut nama BGN dan program MBG di berbagai daerah, termasuk di Lombok Timur. Modus yang digunakan para pelaku diduga berupa jual beli titik lokasi SPPG, jasa percepatan verifikasi, hingga iming-iming “jalur khusus” untuk memperoleh persetujuan operasional dapur MBG.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menunjuk pihak tertentu untuk mengurus pendaftaran maupun verifikasi SPPG dengan meminta imbalan uang. Ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap oknum yang mengaku memiliki akses orang dalam di BGN.
BGN bahkan mengidentifikasi sedikitnya lima kasus dugaan penipuan terkait jual beli titik layanan gizi yang kini tengah diproses aparat penegak hukum. Salah satu kasus disebut terjadi di wilayah Lombok Timur, NTB.
Selain memperketat pengawasan, BGN juga memperkuat koordinasi dengan kepolisian untuk mengusut dugaan praktik penipuan tersebut. Di sejumlah daerah, aparat telah melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang diduga menawarkan jasa pengurusan SPPG dengan nilai transaksi mencapai ratusan juta rupiah.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyasar peningkatan gizi masyarakat. BGN menegaskan seluruh proses pelaksanaan program harus berjalan transparan, akuntabel, dan bebas pungutan liar.
Sebagai bentuk pengawasan tambahan, proses verifikasi kini diperketat hingga tingkat desa dan kelurahan untuk memastikan keabsahan calon mitra serta mencegah penyalahgunaan nama program MBG oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
c/Lombok Daily



























































































