Single News

SDN Arung Santek Rusak Parah, Bangunan Tak Lagi Digunakan

Liputansumbawa.id—Kondisi bangunan SDN Arung Santek di Desa Labu Aji, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, kembali menjadi sorotan. Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi siswa itu disebut mengalami kerusakan cukup serius hingga salah satu bagian bangunan tidak lagi dapat digunakan.

Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan, mulai dari atap, pintu, jendela, dinding hingga lantai. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan belum mendapatkan penanganan rehabilitasi.

Persoalan ini menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut langsung kelayakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat, Arifin, Sabtu (8/8/2026) mengatakan kondisi bangunan SDN Arung Santek bukan persoalan baru. Menurutnya, kerusakan tersebut sudah berlangsung lama sehingga membutuhkan perhatian serius dan langkah konkret dari pemerintah daerah.

“Sudah lama sekali kondisinya seperti ini. Kami berharap pemerintah melihat langsung keadaan sekolah dan memberikan perhatian untuk perbaikannya,” ujar Arifin.

Ia memahami bahwa pembangunan maupun rehabilitasi sekolah membutuhkan proses perencanaan, penganggaran hingga verifikasi teknis. Namun, ketika sebuah bangunan sekolah sudah mengalami kerusakan dalam waktu lama dan tidak lagi dapat digunakan secara optimal, kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian prioritas.

“Ini bukan sekadar soal bangunan. Ini menyangkut masa depan anak-anak yang belajar di sini,” tegasnya.

Arifin mendorong pemerintah daerah melalui perangkat daerah dan instansi teknis terkait untuk turun langsung melihat kondisi SDN Arung Santek.

Menurutnya, verifikasi dan asesmen teknis penting dilakukan untuk mengetahui secara pasti tingkat kerusakan, kebutuhan anggaran serta bentuk penanganan yang tepat.

“Yang kami harapkan adalah sekolah ini benar-benar diperhatikan. Kalau memang hasil pemeriksaan menunjukkan membutuhkan rehabilitasi menyeluruh, tentu itu yang harus menjadi pertimbangan pemerintah,” katanya.

Ia menegaskan, perhatian terhadap sarana pendidikan tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan pembangunan fisik. Ruang belajar yang aman dan layak merupakan bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan dan masa depan generasi di daerah.

Kepala SDN Arung Santek, Krisnawati, S.Pd.SD, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kerusakan bangunan sudah ada sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.

Krisnawati mulai bertugas di SDN Arung Santek sejak 2023. Selama menjalankan tugasnya, bangunan yang mengalami kerusakan tersebut belum mendapatkan perbaikan maupun bantuan rehabilitasi.

“Kondisi bangunan ini sudah ada sejak sebelum saya menjabat. Saya mulai bertugas di sini sejak tahun 2023. Sepanjang yang saya ketahui dan selama saya bertugas, bangunan tersebut belum mendapatkan perbaikan maupun bantuan rehabilitasi,” jelasnya.

Ia mengatakan kondisi bangunan yang rusak membuat fasilitas tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

“Bangunan ini sama sekali tidak bisa digunakan. Karena itu, harapan saya ke depan semoga sekolah kami bisa mendapatkan program rehabilitasi secara menyeluruh atau rehab total, sehingga fasilitas yang ada dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan,” ungkap Krisnawati.

Menurutnya, kebutuhan rehabilitasi bukan hanya menyangkut perbaikan fisik. Lebih jauh, fasilitas sekolah yang layak dibutuhkan agar siswa dan tenaga pendidik dapat menjalankan aktivitas pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Pihak sekolah, kata Krisnawati, siap memberikan data dan informasi apabila pemerintah maupun instansi teknis melakukan peninjauan serta asesmen terhadap kondisi bangunan.

“Kami berharap ada perhatian dan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan kondisi bangunan. Kami ingin anak-anak bisa belajar dalam lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman dan layak,” tuturnya.

Kondisi SDN Arung Santek menjadi gambaran bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan memastikan anak-anak memiliki akses untuk bersekolah. Pemerataan juga harus dibarengi dengan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak.

Masyarakat Labu Aji pada dasarnya tidak menuntut fasilitas berlebihan. Harapannya sederhana, anak-anak dapat belajar di ruang yang aman, sehat, nyaman dan layak.

Karena itu, pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bangunan tersebut.

Hasil asesmen teknis nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan rehabilitasi menyeluruh apabila tingkat kerusakan memang membutuhkan rehab total.

Sebab, memperbaiki sekolah bukan sekadar memperbaiki atap, dinding, lantai, pintu maupun jendela. Di balik sebuah bangunan sekolah terdapat masa depan anak-anak yang harus dijaga.

Kini, masyarakat menunggu langkah konkret Pemkab Sumbawa untuk memastikan SDN Arung Santek kembali memiliki ruang belajar yang aman dan layak bagi para siswa. (Mk).