Single News

Siswa SDN Punik Simulasikan Gempa, BPBD Sumbawa Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini

Liputansumbawa.id— Sirene tanda bahaya memecah suasana di SDN Punik, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (8/8/2026). Para siswa yang sebelumnya mengikuti kegiatan belajar langsung melakukan tindakan penyelamatan diri dalam simulasi gempa bumi.

Begitu sirene berbunyi, siswa diarahkan berlindung di bawah meja. Setelah situasi dinyatakan aman, mereka kemudian keluar ruangan menuju titik kumpul yang telah ditentukan.

Dalam proses evakuasi, sejumlah siswa terlihat melindungi kepala menggunakan tas sekolah. Sebagian lainnya mengambil posisi jongkok sembari menggunakan kursi maupun jerigen air sebagai bagian dari latihan perlindungan diri saat terjadi gempa.

Simulasi tersebut merupakan bagian dari program BPBD Kabupaten Sumbawa Goes to School, yang kali ini menyasar SDN Punik dengan materi utama edukasi dan mitigasi bencana gempa bumi.

Kepala SDN Punik, Amiruddin, S.Pd., SD, mengatakan pemahaman tentang mitigasi bencana penting diberikan kepada siswa sejak dini. Menurutnya, pengetahuan tersebut tidak hanya berguna untuk keselamatan siswa, tetapi juga dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperhatikan materi dan simulasi dengan saksama. Pengetahuan yang didapat hari ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diteruskan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Amiruddin.

Materi kebencanaan kemudian disampaikan Dr. Rusdianto AR, Kabid II BPBD Kabupaten Sumbawa. Siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis bencana alam, khususnya langkah-langkah yang harus dilakukan ketika gempa bumi terjadi di lingkungan sekolah.

Rusdianto menegaskan, edukasi kebencanaan sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting untuk membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

“Hal ini sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, guna membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi,” jelas Rusdianto, yang juga Ketua MDMC Sumbawa.

Tidak berhenti pada teori, siswa dan guru langsung mengikuti simulasi. Mereka dilatih melakukan perlindungan diri ketika masih berada di dalam ruangan, kemudian melakukan evakuasi secara tertib menuju titik kumpul.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris MDMC Sumbawa Adrian Junior, Bidang Media MDMC Sumbawa Aka Kurnia, mahasiswa KKN Kelompok X Universitas Samawa serta jajaran guru SDN Punik.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Simulasi dinilai memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga mereka tidak hanya memahami mitigasi bencana secara teori, tetapi juga mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Edukasi semacam ini dinilai penting mengingat bencana gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan pengetahuan dan latihan yang memadai, siswa diharapkan tidak mudah panik dan mampu mengambil tindakan penyelamatan diri secara tepat.

Rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Sebagai penutup, panitia membagikan door prize kepada siswa sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan semangat mereka dalam mengikuti edukasi kebencanaan. (MK)