Liputansumbawa.id—Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya kerja ikhlas, tuntas dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa.
Pesan tersebut disampaikan Ansori saat membuka kegiatan Gebyar Kemerdekaan SPPG Kabupaten Sumbawa di Pantai Ai Lemak, Sabtu (15/8/2026).
Di hadapan para relawan, mitra, yayasan dan unsur yang terlibat dalam pelaksanaan SPPG, Ansori menyampaikan apresiasi atas kerja yang selama ini dilakukan untuk mendukung program pemenuhan gizi bagi anak-anak Sumbawa.
Menurutnya, kegiatan Gebyar Kemerdekaan bukan hanya menjadi ajang bersenang-senang dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang memperkuat kekompakan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.
“Ini betul-betul untuk bangsa dan negara. Hari ini kita senang-senang, kita memperingati, tetapi sedikit kami sampaikan, nanti kami akan turun ke tempat-tempat SPPG yang ada di Kabupaten Sumbawa,” ujar Ansori.
Ia menegaskan, sebagai bagian dari tim percepatan dan penanggung jawab di daerah, dirinya memiliki kewajiban untuk memastikan program MBG berjalan dengan baik.
Karena itu, kehadiran pemerintah dalam berbagai kegiatan SPPG, termasuk turun langsung ke lapangan, menurutnya merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai ketentuan.
“Kenapa Wakil Bupati harus hadir, kenapa harus terus menyampaikan di media sosial? Karena kami juga sebagai tim percepatan. Di kabupaten kami sebagai penanggung jawab tugas. Kalau ada apa-apa, tentunya yang pertama saya akan dipanggil dan ditanya,” tegasnya.
SPPG Diminta Kerja Ikhlas dan Tuntas
Ansori juga memberikan perhatian khusus terhadap kualitas pengelolaan dapur SPPG.
Ia mengaku optimistis terhadap SPPG yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kekompakan antara relawan, mitra kerja, yayasan dan supplier menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung keberhasilan program.
“Kami yakin yang hadir ini betul-betul dapurnya sudah sesuai dengan SOP. Kerjanya ikhlas, kerjanya tuntas. Dan kelihatan ini relawan-relawan senyum semua. Kalau senyum semua berarti ini kerjanya ikhlas dan hari ini sangat bahagia,” katanya.
Ia berharap kekompakan tersebut tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi juga tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ansori menilai keberhasilan MBG membutuhkan pengawasan dan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya pemerintah dan pengelola SPPG, tetapi juga guru, siswa, masyarakat, relawan, mitra hingga supplier.
“Tidak hanya kita lihat fisiknya, fisiknya luas bangunannya, relawannya, mitra kerjanya, yayasannya, suppliernya. Ini semuanya kompak, semuanya akan mengawasi bagaimana SPPG bisa berjalan, MBG bisa berjalan,” ujarnya.
Masih Ada 25 Persen Anak Belum Terjangkau
Dalam kesempatan tersebut, Ansori juga mengungkapkan masih adanya pekerjaan rumah dalam perluasan cakupan penerima manfaat MBG di Kabupaten Sumbawa.
Ia menyebut sekitar 20 hingga 25 persen sasaran masih belum mendapatkan program tersebut. Kondisi ini, menurutnya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi anak-anak.
“PM-nya ini masih banyak yang belum dapat. Apalagi di 3B masih banyak sekali PR yang belum dapat. 20–25 persen masih. Berarti kurang 75 persen. Kasihan anak-anak kita,” ungkapnya.
Ansori juga mengaitkan upaya pemenuhan gizi dengan persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di daerah.
Karena itu, ia menegaskan Pemkab Sumbawa akan terus mendorong agar program MBG dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Bahkan, ia menyatakan kesiapan untuk membawa aspirasi tersebut ke pemerintah pusat apabila diperlukan.
“Kalau nanti relawan kita ajak ke Jakarta, mau? Semua biaya sendiri. Artinya suara dari Sumbawa sampai Jakarta. Kita menyuarakan nanti sampai Jakarta supaya program-program ini untuk MBG bisa merata,” tegasnya.
Menurut Ansori, pemerataan program menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju dan sejahtera.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam MBG tetap menjaga kesehatan, semangat dan komitmen dalam menjalankan tugas, karena program tersebut berkaitan dengan masa depan anak-anak Sumbawa.
“Tetap sehat, tetap semangat untuk karya ke depan, untuk anak-anak kita menjadi generasi emas 2045,” pungkasnya.
Kegiatan Gebyar Kemerdekaan SPPG Kabupaten Sumbawa sendiri diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan para peserta dari SPPG. Selain memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, kekompakan dan sportivitas antar-SPPG. (MK)


























































































