Single News

Sadekah Lawang Agung Warnai HUT Desa Pernek ke-67, Wabup Sumbawa Tekankan Pelestarian Tradisi Leluhur

Liputansumbawa.id – Tradisi leluhur tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu. Salah satunya melalui Sadekah Lawang Agung, ritual adat yang hingga kini masih dipertahankan masyarakat setempat.

Tradisi tersebut digelar pada Selasa (15/9/2026) dalam rangkaian Festival Suar Teja Raboran. Bagi masyarakat Pernek, Sadekah Lawang Agung bukan sekadar ritual adat, tetapi juga menjadi ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa sekaligus ikhtiar memohon perlindungan dan keselamatan serta dijauhkan dari berbagai bala bencana.

Pelaksanaan tradisi itu turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat Moyo Hulu Deden Fitriyadi, S.STP., M.Si., Forkopimcam Moyo Hulu, Kepala Desa Pernek Abdul Majid, S.AP., para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu, Pengurus LATS Kabupaten Sumbawa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Pernek Abdul Majid menjelaskan, salah satu kekuatan utama Sadekah Lawang Agung terletak pada nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rangkaian tradisi diawali dengan Liuk Desa, ketika kaum ibu mengenakan pakaian kere dua sembari menjunjung tepi’ atau nampan bambu berisi makanan. Prosesi kemudian berlanjut di Lawang Desa atau gerbang desa dengan pelaksanaan prosesi bagi bete’, sebelum ditutup dengan mangan rame, yakni makan bersama dengan duduk bersila sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan.

“Sadekah Lawang Agung ini merupakan tradisi ritual adat yang mengakar kuat di Desa Pernek, sebagai wujud rasa syukur sekaligus memohon perlindungan kepada Yang Maha Kuasa. Yang paling penting, tradisi ini mengandung nilai kebersamaan yang sangat kuat,” ujar Abdul Majid.

Sementara itu, Camat Moyo Hulu Deden Fitriyadi menilai kekayaan tradisi dan budaya Desa Pernek dapat menjadi modal penting dalam mengembangkan potensi desa, termasuk sektor pariwisata dan UMKM.

Menurutnya, kekayaan sejarah dan budaya di wilayah Moyo Hulu juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi jalur wisata sejarah. Terlebih Kabupaten Sumbawa telah ditetapkan sebagai tuan rumah Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2028.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Moyo Hulu mengusulkan pengembangan heritage route yang menghubungkan Talwa, Pernek, Situs Raboran hingga Situs Ai Renung.

Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan wisata pusaka yang mengintegrasikan sejarah, tradisi, situs budaya, kuliner, serta kehidupan masyarakat.

Sadekah Lawang Agung sendiri menjadi bagian dari rangkaian Festival Suar Teja Raboran yang mempertemukan kekayaan tradisi, sejarah, dan potensi masyarakat Kecamatan Moyo Hulu.

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Desa Pernek dalam mempertahankan tradisi leluhur.

“Moyo Hulu selalu di hati,” ungkap Wakil Bupati yang langsung disambut antusias masyarakat.

Menurut Ansori, keberadaan masyarakat saat ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan perjuangan para leluhur. Karena itu, tradisi yang telah diwariskan generasi terdahulu perlu terus dilaksanakan dan dilestarikan sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Kita ada hari ini karena ada leluhur. Kalau pendahulu kita melaksanakan ritual, seperti tolak bala dan sebagainya, ini perlu terus dilaksanakan dan dilestarikan,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menilai Desa Pernek memiliki kekayaan tradisi yang dapat menjadi kekuatan dalam pembangunan berbasis budaya.

Menurutnya, tradisi tidak hanya penting sebagai identitas masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Peringatan HUT ke-67 Desa Pernek melalui Sadekah Lawang Agung pun menjadi gambaran bahwa kemajuan desa tidak harus mengesampingkan akar budaya. Tradisi, sejarah, dan kearifan lokal justru dapat menjadi modal untuk memperkuat identitas sekaligus dikembangkan sebagai potensi desa di masa depan. (Editorial)

C/Fb: Prokopim Sumbawa