Liputansumbawa.id–Pelaksanaan Car Free Night (CFN) Sumbawa masih menyisakan sejumlah keluhan, mulai dari sampah yang berserakan hingga akses jalan pengunjung yang sempit.
Keluhan tersebut disampaikan oleh pelaku UMKM dan pengunjung yang rutin beraktivitas di kawasan CFN.
Salah satu pelaku UMKM, Lili, mengeluhkan minimnya fasilitas tempat sampah di area CFN. Akibatnya, banyak sampah berserakan yang dibuang sembarang oleh pengunjung.
“Tempat sampahnya kurang, jadi banyak yang buang sembarang. Tukang bersih-bersih memang ada, tapi baru bekerja setelah CFN selesai,” ujar Lili, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengatakan, para pelaku UMKM terpaksa harus membersihkan sendiri sampah di sekitar lapak mereka agar area jualan tetap bersih dan nyaman dilihat.
Lili berharap pihak penyelenggara CFN menambah jumlah tempat sampah dan mengoptimalkan petugas kebersihan untuk berpatroli selama CFN berlangsung, bukan hanya setelah acara selesai.
“Kalau sampahnya dibiarkan menumpuk, pemandangannya jadi rusak dan pengunjung lain jadi tidak nyaman,” tambahnya.
Keluhan serupa terkait kenyamanan juga datang dari pengunjung. Ruri, pengunjung CFN, mengeluhkan sempitnya akses jalan bagi pejalan kaki karena ramainya pengunjung dan posisi stand UMKM yang terlalu maju ke jalan.
“CFN itu selalu ramai, tapi jalannya jadi sempit karena desak-desakan sama lapak. Jadi tidak nyaman jalannya,” kata Ruri.
Ia berharap ke depannya, posisi stand para pelaku UMKM bisa dimundurkan sedikit agar ruang jalan untuk pengunjung lebih luas dan sirkulasi lebih lancar. (Nay/San/Frn)


























































































