Single News

Sumbawa Segera Jadi Lokasi Peternakan Unggas Terintegrasi Nasional

Ilustrasi Unggas

Liputansumbawa–Kabupaten Sumbawa dipastikan menjadi salah satu dari enam daerah di Indonesia yang akan menjadi lokasi proyek percontohan peternakan unggas terintegrasi skala nasional. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam konsolidasi internal bersama kepala OPD Pemkab Sumbawa di Lembah Batudulang, Kecamatan Batulanteh, Kamis (1/1/2026).

Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan bahwa proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare milik pemerintah, yang akan difungsikan sebagai pusat peternakan unggas terintegrasi dari hulu ke hilir. Lokasi tersebut nantinya menjadi tempat pembibitan unggas mulai dari grandparent stock (kakek ayam), parent stock (indukan), hingga menghasilkan DOC (day old chick) atau anak ayam yang siap didistribusikan ke peternak UMKM.

“Telur dari kakek ayam akan menghasilkan induk, induk menghasilkan telur, baru jadi DOC. Inilah yang akan kita distribusikan ke peternak untuk dikembangkan menjadi ayam petelur atau pedaging,” ujar Bupati.

Tak hanya pembibitan, kawasan tersebut juga akan dilengkapi pabrik pakan yang mengolah jagung lokal menjadi pakan ternak, serta fasilitas pengolahan hasil peternakan menjadi produk siap konsumsi seperti nugget, sosis, hingga pasokan ayam untuk restoran cepat saji.

Bupati Jarot menyebut proyek ini merupakan hasil lobi intensif sejak pertengahan 2025 kepada pemerintah pusat. Sumbawa disebut sebagai satu-satunya daerah di NTB yang masuk dalam proyek strategis ini, dan akan dilaunching langsung oleh Presiden RI pada 7 Januari 2026.

“Kita sudah lobi dari awal, bahkan sebelum proyek ini punya desain lokasi. Saat ini semua berebut, tapi Sumbawa sudah ditetapkan sejak awal berkat kerja cepat dan strategi yang matang,” ungkapnya.

Ia berharap proyek ini akan menjadi penggerak utama dalam pengembangan ekonomi peternakan, mendongkrak UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan di daerah. (LS)