Single News

Hari Pertama 2026, Bupati Ajak Kepala OPD Retret di Batudulang

Liputansumbawa.id– Tanggal 1 Januari 2026 tidak dijadikan sebagai libur untuk menepi dari urusan pemerintahan atau memilih untuk berkumpul dengan keluarga, namun dipilih Bupati Sumbawa, Ir. H.Syarafuddin Jarot, MP., bersama Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, sebagai momentum memimpin retret Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari para Kepala Dinas atau OPD.

Berlokasi di Lembah Batudulang, Kecamatan Batulanteh, Kamis (0/01/2026). Kegiatan ini diisi dengan penanaman pohon, brainstorming dinamika kelompok, serta penguatan kerja tim sebagai bagian dari konsolidasi pasca-pergeseran pejabat menjelang tahun kerja 2026.

Sekretaris Daerah Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo, sebagai moderator kegiatan di hadapan Bupati dan Wakil Bupati menjelaskan, hasil profiling ASN melalui sistem MyASN telah masuk dan menunjukkan adanya sejumlah kompetensi yang perlu dikembangkan, terutama dalam kerja sama tim dan pelayanan publik. Terdapat delapan indikator yang harus diperkuat sehingga manajemen team building wajib dibangun lebih solid.

“Karena itu saya sengaja membawa para pejabat ke sini. Sekalian refreshing dan retret singkat agar setelah ada pergeseran pejabat, kita bisa kompak dan menyatu menghadapi 2026,” tegas Bupati Sumbawa, menimpali kalimat pengantar dari Sekda.

Lokasi Batudulang dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan yang sebelumnya ditanami jagung dan sempat tandus di pinggir hutan ini kini akan direstorasi melalui penanaman pohon. Bagi Jarot, kegiatan ini bukan sekadar simbolik, tetapi pesan kuat bahwa birokrasi harus terlibat langsung dalam penyelamatan lingkungan.

Dalam sesi team building, Bupati bahkan menantang para pejabat struktural dengan permainan sembilan titik dalam tiga baris yang harus dihubungkan dengan garis lurus. Latihan ini, kata Jarot, untuk melatih thinking out of the box.

“Jangan bekerja hanya sebagai rutinitas, hanya terjebak aturan dan standar. Jangan terus bergulat di dalam kotak yang ada,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jarot juga memaparkan capaian sepuluh bulan pemerintahan Jarot–Ansori. Ia menegaskan bahwa Bupati bukan hanya wakil rakyat dan wakil pemerintah pusat, tetapi juga wakil bumi.

“Sekarang bumi kita kritis. Sungai mengering, mata air hilang. Secara aturan mungkin kewenangan provinsi, tapi yang terdampak adalah kabupaten. Karena itu kita harus ambil alih tanggung jawab menyelamatkan bumi, membawa aspirasi tumbuhan, hewan, dan alam Sumbawa,” kata Jarot.

Ia menegaskan, kemajuan ekonomi tidak akan berarti jika alam rusak. Dengan luas wilayah Sumbawa mencapai 6.655.917 kilometer persegi dan beban infrastruktur yang besar, tantangan pembangunan semakin berat jika lingkungan tidak dijaga.

Namun demikian, Jarot menyebut ada sinyal positif dari kinerja pemerintah daerah. Berdasarkan survei Magna Selekta, tingkat kepuasan masyarakat naik signifikan dari 40 persen pada Juli menjadi 60 persen pada Oktober 2025. Angka kemiskinan juga turun dari 12,8 persen menjadi 11,7 persen, atau berkurang 1,1 persen dalam waktu kurang dari satu tahun.

Di sisi tata kelola, Pemkab Sumbawa mulai menerapkan sistem penilaian kinerja, monitoring pembangunan, serta kewajiban laporan mingguan dari seluruh OPD dan camat. Setiap OPD juga didorong melahirkan inovasi, baik secara personal, kelompok, maupun kedinasan, yang akan dievaluasi dan diberi reward setiap tahun.

“Penempatan orang di tempat yang tepat itu penting. Memang setiap mutasi pasti ada riak, tapi itu masih dalam batas kewajaran,” tegasnya.

Jarot juga menyinggung kritik bernuansa suku dan daerah yang muncul sejak awal pelantikan pejabat. Menurutnya, hal itu tidak boleh mengganggu soliditas kerja.

“Kita bekerja sebagai satu tim, tanpa melihat suku dan ras, untuk membangun Sumbawa ke depan,” pungkas Bupati.

Kegiatan ini diselingi dengan quiz yang disampaikan oleh Bupati dan Wakil Bupati. Quiz bagi para peserta berisi pertanyaan tentang profil pribadi Bupati dan Wakil Bupati, bagi peserta yang berhasil menjawab diberikan hadiah berupa kain sarung. Retret ini diakhir dengan penanaman sejumlah bibit pohon duren dan kemiri tidak jauh dari lokasi kegiatan. (LS)