Liputansumbawa.id | Upaya penyelamatan hutan dan sumber daya air di Kabupaten Sumbawa terus digencarkan. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memimpin langsung Gerakan Penanaman Pohon Serentak Putaran V yang dilaksanakan di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Minggu (4/1/2026).


Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., unsur Forkopimda Kabupaten Sumbawa, jajaran OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kegiatan sejak pagi hari. Gerakan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memulihkan kawasan hutan dan memperkuat fungsi lingkungan hidup di wilayah Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah akan melakukan penanaman pohon secara masif dan berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi hutan yang semakin berkurang akibat alih fungsi lahan dan aktivitas perusakan hutan yang berdampak langsung pada menurunnya daya serap air serta hilangnya sejumlah sumber mata air.
“Dengan ritme hutan yang terus berkurang seperti sekarang, dampaknya sangat serius. Daya serap air menurun dan sumber mata air bisa hilang. Karena itu, penanaman pohon ini kita lakukan sebagai ikhtiar menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Kabupaten Sumbawa,” ujar Bupati Jarot.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap pembukaan lahan dan penebangan liar di kawasan hutan. Ia menekankan pentingnya penertiban dan penegakan aturan secara tegas terhadap setiap bentuk perusakan hutan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
“Tidak ada lagi toleransi bagi siapa pun yang merusak hutan. Kita harus tegas, karena hutan adalah penyangga kehidupan kita bersama,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam gerakan penghijauan dengan menanam pohon yang manfaatnya dapat dirasakan lintas generasi. Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan lingkungan.
“Mari kita hijaukan kembali Sumbawa. Kita jaga mata air kita, kita jaga hutan kita. Tanamlah pohon yang sekali tanam, manfaatnya bisa dipanen sampai generasi yang akan datang,” ajaknya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon di Desa Emang Lestari telah disiapkan dengan jumlah bibit yang cukup besar. Pada putaran kelima ini, disiapkan sebanyak 1.850 bibit pohon yang terdiri dari alpukat, mangga, kelengkeng, sengon, dan nangka, serta tambahan 3.000 bibit kemiri.
Menurut Sekda, jenis pohon yang ditanam dipilih karena memiliki fungsi ganda, yakni menjaga kelestarian hutan dan sumber air sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, gerakan penghijauan ini diharapkan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini adalah bagian dari upaya kita menjaga hutan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat melalui tanaman bernilai ekonomi tinggi. Semua ini kita lakukan untuk mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari,” pungkasnya.
Melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak Putaran V ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya menjadikan pelestarian lingkungan sebagai fondasi penting pembangunan daerah, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat demi masa depan Sumbawa yang hijau, aman, dan berkelanjutan.







































































