Single News

Ahli Energi Baru Terbarukan, Sarankan Gerakan 5 Jam Berdampak

Liputansumbawa.id–Konflik di Timur Tengah sejak awal 2026 menyebabkan gangguan pasokan minyak dunia dan lonjakan harga energi, memberi tekanan pada APBN maupun APBD melalui subsidi energi.

Ahli Profesi PUPR, yang juga ahli Energi Baru Terbarukan, Hermansyah, ST., kepada Liputan Sumbawa, menyampaikan pendapatnya bahwa merespons hal ini, pemerintah pusat menginstruksikan efisiensi belanja di seluruh instansi. Pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sumbawa, bahkan dengan respon cepatnya, dilakukan oleh Bupati bersama staf pengunakan sepeda ke kantor. Langkah yang sangat baik, dan perlu diikuti oleh seluruh OPD yg ada di Pemkab Sumbawa.

“Pemikiran kami saat ini langkah yang paling konkret dan maksimal untuk daerah adalah optimalisasi penggunaan AC di lingkungan kantor, misalnya diasumsikan pada 400 unit AC (1 PK, non-inverter) yang tersebar di 50 dinas/kantor, dengan pengurangan jam operasi dari 8 jam menjadi 5 jam per hari menghasilkan penghematan listrik Rp1,56 juta per hari atau Rp34,3 juta per bulan,” tutur bang Anca sapaan akrabnya.

Bang Anca melanjutkan, secara tahunan, angka ini mencapai lebih dari Rp400 juta. Langkah sederhana ini menunjukkan keseriusan daerah dalam menjaga ketahanan fiskal di tengah krisis energi global, sekaligus membangun budaya disiplin dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Menurutnya, jika semua UPT, sekolah-sekolah dan fasum Pemda seluruh kecamatan maka akan banyak penghematan keuangan daerah

“Sample saja itu kita ambil hitungan 50 bangunan Pemda di kota Samawa Rea. Langkah Bupati, cukup dengan surat edaran Bupati. Ayoo galakkan gerakan 5 Jam berdampak,” tutupnya. (LS)