Single News

Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Ini Upaya Pemda

Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya mengantisipasi potensi kelangkaan gas LPG 3 kilogram selama bulan suci Ramadan hingga menjelang Idul Fitri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk menambah pasokan LPG bersubsidi di wilayah Sumbawa.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya, Jum’at (6/3/2026) mengatakan bahwa hasil koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina menghasilkan tambahan pasokan LPG melalui skema extra dropping.

“Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan LPG 3 kilogram selama bulan Ramadan, Pemda Sumbawa telah berkoordinasi dengan Pertamina. Mulai hari Jumat ini ada penambahan kuota extra dropping sebesar 70 persen dari kuota reguler,” ujarnya.

Menurut Ivan, tambahan kuota tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan gas bersubsidi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Selain penambahan pasokan, pemerintah daerah juga menggelar operasi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh LPG dengan harga yang wajar.

“Kemarin, Kamis, kami juga melaksanakan operasi pasar LPG 3 kilogram sebanyak 1 LO atau sekitar 560 tabung. Kegiatan ini digelar di beberapa titik, yaitu di GOR Mampis Rungan, Taman Sabalong, dan Taman Genang Genis,” jelasnya.

Operasi pasar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menstabilkan pasokan sekaligus mencegah lonjakan harga di tingkat pengecer.
Ivan menegaskan, Pemda Sumbawa akan terus memantau perkembangan distribusi LPG di lapangan.

Koordinasi dengan Pertamina juga akan terus dilakukan, terutama menjelang momen Idul Fitri yang biasanya diikuti dengan peningkatan kebutuhan energi rumah tangga.

“Pemda tetap berupaya agar persoalan kelangkaan LPG ini bisa terurai. Apalagi menjelang Ramadan dan Idul Fitri, kami terus meminta tambahan kuota extra dropping dari Pertamina agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan LPG bersubsidi sesuai peruntukannya, yakni bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro, sehingga distribusi gas melon dapat lebih tepat sasaran dan tidak memicu kelangkaan di pasaran. (LS)