Single News

BEM UNSA ‘Bangkit’, Fitrah-Doni Jabat Presma dan Wapresma

Liputansumbawa.id—Setelah mengalami kevakuman selama kurang lebih tiga tahun, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Samawa (UNSA) kembali aktif.

Momentum kebangkitan tersebut ditandai melalui forum musyawarah mahasiswa yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Samawa pada Sabtu (14/2/2026). Proses ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Universitas Samawa, Muhammad Wildan, M.Pd.

Muhammad Wildan, yang merupakan Ketua KPU Kabupaten Sumbawa periode 2019-2024 tersebut menegaskan bahwa kebangkitan BEM merupakan momentum penting untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi kemahasiswaan yang produktif dan berintegritas di lingkungan kampus.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus mitra kritis universitas dalam membangun atmosfer akademik yang sehat.

“BEM harus menjadi ruang kaderisasi kepemimpinan dan pusat lahirnya gagasan-gagasan progresif. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap kampus dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, pasangan calon nomor urut 2, Fitrah Andiyan terpilih sebagai Presiden Mahasiswa dan Doni Sanjaya Saputra sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Samawa.

Mengusung visi menjadikan BEM Universitas Samawa sebagai epicentrum perubahan yang progresif melalui harmonisasi gerakan untuk mewujudkan mahasiswa emas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Penguatan harmonisasi internal dan eksternal menjadi prioritas melalui sinergi antar Organisasi Mahasiswa (Ormawa), BEM Fakultas, HMPS, dan UKM di lingkungan UNSA, serta perluasan jejaring strategis dengan berbagai elemen masyarakat.

Selain itu, peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa diarahkan untuk membentuk generasi yang adaptif terhadap perubahan dan mampu bersaing secara global.

“Kembalinya BEM Universitas Samawa menandai babak baru gerakan mahasiswa UNSA bukan sekadar menghidupkan struktur organisasi, tetapi membangun kembali tradisi intelektual, ruang dialektika, serta komitmen terhadap perubahan yang substantif dan berkelanjutan,” tandas Wapresma UNS, Doni Sanjaya. (LS).