Liputansumbawa.id–Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot secara resmi membuka Musrenbang Tematik Kebencanaan Kabupaten Sumbawa Tahun 2026, Kamis (5/3/2026).
Dalam sambutannya, bupati menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang matang dengan mengintegrasikan aspek mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
Menurutnya, bencana tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik dan infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pembangunan daerah tidak boleh mengabaikan upaya mitigasi bencana.
“Pembangunan yang kita lakukan harus produktif, namun juga aman dan tangguh terhadap berbagai risiko yang mungkin terjadi,” tegas bupati.
Ia menjelaskan, rancangan awal tema Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2027 adalah “Memantapkan Daya Saing Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat melalui Penguatan SDM Unggul, Lingkungan Hijau Lestari, Pemerintahan Berkinerja, dan Peningkatan Produktivitas.”
Tema tersebut, lanjutnya, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana.
Untuk mewujudkan hal itu, bupati menekankan beberapa hal penting, di antaranya setiap perangkat daerah harus mengintegrasikan mitigasi risiko dalam perencanaan dan penganggaran, penetapan program kebencanaan berbasis data risiko yang valid, penguatan koordinasi kelembagaan agar respons bencana lebih cepat dan tepat, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi ketangguhan daerah.
Bupati juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Dinas PUPR, misalnya, berperan dalam pengendalian banjir dan pembangunan infrastruktur mitigasi. Dinas Pertanian dalam adaptasi terhadap kekeringan, Dinas Sosial dalam perlindungan kelompok rentan, serta Dinas Kesehatan dalam kesiapsiagaan layanan darurat.
“Kita harus beralih dari pendekatan reaktif menjadi preventif dan berbasis risiko. Setiap program pembangunan harus mempertimbangkan peta rawan bencana, dan setiap kebijakan harus diuji dari sisi ketahanan,” ujarnya.
Melalui Musrenbang Tematik Kebencanaan ini, pemerintah daerah menargetkan lahirnya daftar prioritas program pengurangan risiko bencana yang terukur dan realistis, rekomendasi yang selaras dengan kemampuan fiskal daerah, serta komitmen lintas sektor untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang tangguh bencana.
Bupati berharap forum tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar perangkat daerah serta meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan agar berjalan aman, inklusif, dan berkelanjutan.(LS)







































































