Single News

Bupati Sumbawa Tekankan Perubahan Paradigma Bantuan Kemiskinan

Liputansumbawa.id— Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., secara resmi membuka Workshop Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kabupaten Sumbawa Tahun 2026, di Kantor Bupati Sumbawa, Jum’at (16/10/2026).

Acara yang terintegrasi dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ini dihadiri oleh perwakilan Bappenas RI, Kementerian Sosial RI, Pemerintah Provinsi NTB, lembaga internasional Breakthrough International, serta jajaran OPD dan akademisi.

Pada forum tersebut, Bupati menekankan pentingnya mengubah paradigma penyaluran bantuan sosial dari yang sifatnya konsumtif menjadi program pemberdayaan berbasis potensi lokal yang produktif dan berkelanjutan.

“Bantuan sosial yang sifatnya konsumtif terbukti tidak efektif menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Kita ingin mengalihkan fokus pada bantuan usaha produktif, misalnya senilai Rp5 juta dengan pendampingan melekat. Ini jauh lebih berdampak ketimbang bantuan bernilai besar yang habis untuk kebutuhan harian,” ujar Bupati.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi program secara lintas sektoral, menghentikan pola kerja egosentris antar-dinas.

Mengambil contoh pengalamannya di lembaga internasional dan studi pengembangan masyarakat, Bupati menegaskan bahwa keterlibatan aktif warga dan kesesuaian usaha dengan potensi lokal menjadi kunci utama kemandirian ekonomi.

Selain pembahasan modal usaha, Bupati turut memaparkan komitmen Pemkab Sumbawa mendukung program pusat seperti Sekolah Rakyat yang mengalokasikan kuota untuk 2.200 anak kurang mampu di Sumbawa.

Program ini tidak hanya menjamin pendidikan dan gizi anak secara modern, tetapi juga menyasar perbaikan hunian serta modal usaha bagi orang tua murid.

Bupati mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung penyediaan tenaga pendamping guna mengawal keberhasilan program kemandirian ekonomi masyarakat Sumbawa. (LS)