Liputansumbawa.id–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kabupaten Sumbawa. Sebuah tim pelajar SMA berhasil menembus babak final lomba karya ilmiah tingkat nasional dan siap mempresentasikan inovasi penelitiannya di Kota Malang, Jawa Timur.
Tim yang diketuai Nindra Mahajeng Adigantari, bersama Alya Nurul Hikmah, Gusti Ayu Mira Kalini Putri, dan Anisa Syafrina Katari, dinyatakan lolos ke babak final dan berhak tampil pada ajang presentasi karya ilmiah yang digelar di STIMATA Malang, pada 18–19 April 2026 mendatang.
Dalam ajang tersebut, tim pelajar asal Sumbawa ini mengangkat subtema pangan dengan judul penelitian “Bakers (Bayam Ayam Crackers)”, sebuah inovasi camilan sehat sebagai alternatif pencegahan anemia pada remaja putri.
Ketua tim, Nindra Mahajeng Adigantari, kepada Liputan Sumbawa, Selasa (10/2/2026) menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari tingginya kasus anemia yang masih sering dialami remaja putri, termasuk di Sumbawa. Selama ini, upaya pencegahan melalui konsumsi tablet tambah darah dinilai belum optimal.
“Tablet tambah darah sering tidak dikonsumsi secara rutin karena rasanya amis dan tidak nyaman. Karena itu kami mencari alternatif lain yang lebih disukai remaja,” ungkap Nindra.
Sebagai solusi, tim ini mengembangkan camilan berbentuk crackers yang diperkaya zat besi alami dari bayam dan dada ayam kampung. Kombinasi bahan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian remaja putri dengan cara yang lebih praktis dan menyenangkan.
“Camilan ini dekat dengan keseharian remaja, tapi tetap mengandung nilai gizi yang baik untuk membantu mencegah anemia,” tambahnya.
Menariknya, penelitian ini merupakan penelitian perdana yang dilakukan oleh tim tersebut di sekolah mereka. Meski baru pertama kali, karya ilmiah yang dihasilkan mampu bersaing dan lolos hingga ke tingkat nasional.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim peneliti, tetapi juga menunjukkan bahwa pelajar Sumbawa mampu menghadirkan inovasi berbasis riset untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat.
Ke depan, tim berharap inovasi Bakers dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu alternatif pangan sehat bagi remaja, khususnya dalam upaya pencegahan anemia. (LS)







































































