Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mematangkan persiapan pelaksanaan seleksi Program Beasiswa Mekanik Alat Berat Batch I. Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa ditetapkan sebagai pusat kegiatan seleksi yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Kepala BLK Sumbawa, Andy Ashary, S.E., saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (02/04/2026), menjelaskan bahwa seluruh persiapan sarana dan prasarana kini telah memasuki tahap akhir.
“Untuk kesiapan, saat ini kami sudah di tahap final. BLK Sumbawa ditunjuk sebagai lokasi utama seleksi, dan kami memastikan seluruh fasilitas pendukung, termasuk gedung aula, sudah siap digunakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan visi Bupati Sumbawa yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan lembaga pelatihan kerja.
Menurutnya, BLK diarahkan menjadi pusat pelatihan unggulan (center of excellence) di bidang mekanik guna mendukung terwujudnya Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
Andy mengungkapkan, sebanyak 525 peserta telah dinyatakan lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tahapan berikutnya, yakni Tes Potensi Akademik (TPA) dan wawancara yang dijadwalkan pada 6 hingga 8 April.
“Peserta yang lolos ini berasal dari hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap program beasiswa ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor industri dalam mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, keterlibatan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menjadi faktor penting dalam memenuhi standar pelaksanaan seleksi berbasis industri.
“Kolaborasi dengan pihak AMMAN berjalan sangat baik. Mereka membantu kami dalam melengkapi beberapa kebutuhan teknis di lapangan, sehingga proses seleksi bisa berjalan sesuai standar industri pertambangan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, program ini juga melibatkan UT School sebagai lembaga pelatihan profesional di bidang alat berat. Keterlibatan lembaga ini dinilai mampu menjamin kualitas pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“UT School ini punya pengalaman panjang dalam mencetak tenaga mekanik yang kompeten. Jadi kurikulum dan metode pelatihannya sudah sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” kata Andy.
Ia pun berharap, kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak industri ini tidak hanya berhenti pada tahap seleksi, tetapi dapat berlanjut hingga seluruh proses pelatihan dilaksanakan secara mandiri di daerah.
“Kami optimis ke depan, mulai dari proses pendaftaran, seleksi, hingga pelatihan bisa dilaksanakan sepenuhnya di BLK Sumbawa. Apalagi sudah ada komitmen dari AMMAN melalui MoU dengan pemerintah daerah untuk pengembangan fasilitas BLK,” ungkapnya.
Menurut Andy, penguatan fasilitas dan kualitas pelatihan di BLK menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia lokal yang siap bersaing di sektor industri, khususnya alat berat.
“Kita ingin masyarakat Sumbawa tidak hanya jadi penonton, tapi benar-benar menjadi bagian dari pelaku industri. Ini yang sedang kita dorong,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Andy menyampaikan optimisme bahwa BLK Sumbawa ke depan akan terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan industri, kami yakin putra-putri Sumbawa mampu bersaing di pasar kerja global,” tutupnya. (LS).



























































































