Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus menjalankan program penghijauan. Hingga Maret 2026, sebanyak 264.645 bibit pohon telah ditanam di 24 kecamatan.
Kepala DLH Sumbawa, Pipin Sakti Binongko, Kamis (26/3/2026), mengatakan penanaman dilakukan merata dari wilayah hulu hingga hilir untuk memperkuat dampak lingkungan.
“Total bibit yang sudah tertanam mencapai 264.645 pohon dan tersebar di 24 kecamatan,” ujarnya.
Dari jumlah itu, 114.285 bibit kemiri telah didistribusikan seluruhnya kepada masyarakat dan kelompok tani.
Di kawasan Bendungan Beringin Sila, Kelompok Tani Ai Papang menanam 14.500 bibit terdiri dari sengon dan kemiri, serta tanaman buah dari aspirasi DPR RI. Hasil evaluasi DLH menunjukkan kemiri dan tanaman buah lebih mampu bertahan dibandingkan sengon.
“Dari hasil monitoring, sengon memiliki tingkat hidup lebih rendah dibanding kemiri dan tanaman buah,” jelas Pipin.
Untuk mengatasi kendala di lapangan seperti gangguan ternak dan musim kemarau, DLH menyiapkan pembangunan pagar kawat di lahan sekitar 42 hektar pada tahun 2026.
Selain itu, Pemkab Sumbawa juga menyiapkan reward bagi masyarakat yang berhasil dalam kegiatan penghijauan, berupa satu ekor sapi dan bibit tanaman buah. Saat ini indikator penilaiannya masih difinalisasi tim teknis.
Tahun 2026, DLH menargetkan penanaman tambahan 60.000 bibit kemiri. Lokasi difokuskan pada daerah tangkapan air seperti Bendungan Batu Bulan, Bendungan Mamak, Bendungan Ngali, Bendungan Tiu Kulit, serta kawasan hutan kritis Batulanteh.
Program ini diharapkan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, terutama kemampuan lahan menyerap air sehingga dapat mengurangi risiko banjir.
DLH juga melibatkan generasi muda melalui kegiatan geotagging untuk memastikan data penanaman lebih akurat.
“Penghijauan ini penting untuk meningkatkan daya serap air dan mencegah banjir ke depan,” tutup Pipin. (LS)








































































