Liputansumbawa.id—Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Sumbawa menanamkan semangat keberpihakan kepada rakyat melalui Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) di Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, 3–4 Oktober 2026.
Mengusung tema “Membumikan Marhaenisme, Merebut Kedaulatan Rakyat atas Kekayaan Alam”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang penerimaan anggota baru, tetapi juga menjadi ruang kaderisasi untuk membentuk kader yang kritis, memahami persoalan rakyat, dan memiliki keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat.
Ketua DPC GMNI Sumbawa, Hendro Saputra, menegaskan bahwa Marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai teori. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus hadir dalam membaca dan merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Marhaenisme harus dibumikan. Kekayaan alam di bumi ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Kader GMNI wajib membaca persoalan yang terjadi di sekitar, lalu memperjuangkannya demi kepentingan masyarakat,” ujar Hendro.
Ia mengatakan, mahasiswa memiliki posisi penting dalam mengawal berbagai persoalan sosial, ekonomi, agraria hingga lingkungan. Karena itu, proses kaderisasi harus mampu membangun keberanian berpikir kritis sekaligus memperkuat keberpihakan kepada masyarakat.
Ketua Panitia PPAB, Muhrim, mengatakan pemilihan Desa Semamung sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Peserta diarahkan untuk belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung, bukan hanya melalui teori dan buku.
“Kader tidak boleh hanya belajar dari buku. Mereka harus turun, melihat, dan memahami persoalan rakyat secara langsung. Kader GMNI harus mampu berpikir, bergerak, dan mengabdi,” tegasnya.
Selama dua hari, peserta mengikuti pendidikan ideologi, sejarah serta diskusi mengenai berbagai isu kerakyatan sebagai bekal dalam menjalankan peran organisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.
GMNI Sumbawa juga menegaskan komitmennya terhadap semangat Pasal 33 UUD 1945, khususnya prinsip pengelolaan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Melalui PPAB tersebut, GMNI Sumbawa mendorong kader dan mahasiswa agar tidak apatis terhadap persoalan di sekitarnya. Kedaulatan atas sumber daya alam, menurut organisasi tersebut, membutuhkan kesadaran, keberanian bersuara dan keterlibatan masyarakat.(Bung)


























































































