Liputansumbawa.id–Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Empang selama lebih dari lima jam menyebabkan banjir di Desa Gapit, Kabupaten Sumbawa, Jumat (31/1/2026). Puluhan rumah warga terendam, sementara sejumlah infrastruktur lingkungan dilaporkan tidak berfungsi.
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Air dengan cepat menggenangi jalan raya utama dan permukiman warga hingga mencapai ketinggian sekitar satu meter. Pada pukul 20.00 WITA, ketinggian air di beberapa titik masih bertahan di kisaran 80 sentimeter dan merendam rumah warga.
Air baru berangsur surut sekitar pukul 21.34 WITA.
Kepala Desa Gapit, Aman, melaporkan sedikitnya 74 rumah warga terdampak, dengan 15 rumah mengalami kerusakan ringan pada bagian dinding dan lantai. Selain itu, saluran air di sepanjang pinggir jalan raya tersumbat dan tidak berfungsi, memperparah genangan air.
“Curah hujan sangat tinggi dan melebihi kapasitas sungai. Ditambah lagi saluran air tersumbat serta pembangunan permukiman yang tidak memperhatikan sistem drainase,” ujar kepala Desa Gapit, Aman, dalam laporannya yang media ini terima dari BPBD Kabupaten Sumbawa, Minggu (01/02/2026).
Untuk mengantisipasi dampak lebih luas, Pemerintah Desa Gapit bersama Babinsa dan masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Warga dibantu menghalau air agar tidak masuk ke dalam rumah menggunakan karung, sekaligus mengevakuasi barang elektronik dan barang berharga ke tempat aman.
Warga terdampak banjir tersebar di RT 05 dan RT 07 RW 02 Dusun Gapit, serta RT 01 RW 01 Dusun Gapit Timur.
Hingga laporan ini disampaikan, tidak ada korban jiwa, namun warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terkait normalisasi saluran drainase dan penataan lingkungan guna mencegah banjir berulang.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi di wilayah tersebut. (LS)







































































