Single News

HUT ke-67 Sumbawa, Bupati Jarot Tegaskan Tahun Konsolidasi

Liputansumbawa.id– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa, Selasa (21/1/2026).

Rapat berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pemerintah Daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinan Jarot–Ansori tidak diarahkan pada pembangunan instan.

Pemerintah daerah, kata dia, menjadikan periode awal ini sebagai fase konsolidasi untuk memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan sekaligus menentukan arah pembangunan jangka panjang.

“Sejak awal kami menyadari bahwa tahun pertama adalah masa konsolidasi. Fokus kami menyatukan arah pembangunan, membenahi tata kelola pemerintahan, dan memastikan seluruh perencanaan berjalan dalam satu tarikan napas,” tegas Bupati Jarot di hadapan anggota dewan.

Ia menekankan bahwa penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 bukan sekadar formalitas administratif. Dokumen tersebut disebut sebagai kontrak moral dan kebijakan antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Pada aspek pengelolaan keuangan daerah, Bupati Jarot menegaskan komitmen terhadap akuntabilitas dan transparansi. Meski Kabupaten Sumbawa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), capaian tersebut, menurutnya, bukan tujuan akhir.

“Yang terpenting bukan sekadar laporan keuangan yang rapi, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali untuk kepentingan rakyat, memperkuat layanan dasar, dan mendorong produktivitas ekonomi daerah,” tegasnya.

Untuk memastikan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mempercepat digitalisasi pengawasan anggaran, memperkuat mekanisme evaluasi pembangunan, serta membentuk satuan tugas tematik guna menangani persoalan strategis, mulai dari ketersediaan pupuk, distribusi LPG 3 kilogram, pengelolaan irigasi, hingga pengamanan kawasan hutan.

Di sektor pembangunan manusia, Bupati Jarot menegaskan bahwa manusia merupakan inti dari seluruh proses pembangunan.
Penguatan sumber daya manusia ditempatkan sebagai investasi jangka panjang melalui program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, beasiswa kedokteran dan farmasi, serta penguatan balai latihan kerja.

Sementara itu, arah pembangunan ekonomi mulai digeser dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju penciptaan nilai tambah. Hilirisasi udang dan garam, serta pengembangan industri unggas terintegrasi disebut sebagai strategi struktural untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Penguatan ekonomi desa juga menjadi prioritas melalui pengembangan Koperasi Merah Putih, kampung nelayan, serta pemberdayaan UMKM di ruang-ruang ekonomi publik agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan inklusif.

Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah tetap memprioritaskan peningkatan indeks jalan mantap, pembangunan ruas strategis Batudulang–Tepal melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), serta penguatan layanan air minum dan kesehatan dengan tetap menjaga kehati-hatian fiskal.

Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan ditegaskan melalui kebijakan Sumbawa Hijau Lestari, yang mencakup perlindungan kawasan hutan, gerakan penanaman pohon, serta penerapan skema insentif berbasis konservasi.

Menutup sambutannya, Bupati Jarot menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Enam puluh tujuh tahun perjalanan Sumbawa membuktikan bahwa daerah ini tumbuh bukan karena satu figur, melainkan karena kebersamaan dan komitmen kolektif,” pungkasnya. (LS)