Liputansumbawa.id–Perwakilan PT Intam, Djatmiko Prihartono, pada rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sumbawa dengan pihaknya di kantor DPRD Sumbawa, Selasa (27/01/2026) menyatakan perusahaan telah menyerap tenaga kerja lokal dan melakukan sosialisasi secara bertahap terkait aktivitas tambang di wilayah selatan Sumbawa.
Menurut Djatmiko, saat ini PT Intam mempekerjakan 88 orang, termasuk lima warga lokal dari wilayah Setia Budi Langsung. “Salah satunya Mas Agus, karyawan tetap yang merupakan warga asli Lantung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi telah dilakukan sejak 24 Oktober 2021 di balai desa dengan ratusan peserta, serta dilanjutkan pada 25 Juni 2025 di desa lainnya.
Program PPM, kata dia, mengutamakan pengusaha lokal yang dinilai ekonomis melalui mekanisme lelang terbuka berdasarkan kesepakatan masyarakat.
Djatmiko juga menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan. Hingga tahun 2026, PT Intam masih berada pada tahap eksplorasi dengan status PKAB nol. Revisi Feasibility Study dilakukan pada 2023–2024, sementara produksi penuh ditargetkan pada 2027–2028.
“Produksi penuh nanti akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal melalui subkontraktor. Pekerja PKWT yang loyal akan kami angkat menjadi karyawan tetap,” katanya.
Ia menambahkan, perusahaan telah berkoordinasi dengan Bupati Sumbawa, Sekda, Kapolres, dan Kapolda sejak September 2025. (LS)







































































