Liputansumbawa.id – Pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Sumbawa sepanjang tahun 2025 menunjukkan peran yang kian strategis. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) bersama pemerintah desa, kontribusi nyata terlihat dalam mendukung Program Unggulan (PU) ke-3 Pemerintahan Jarot–Ansori, khususnya dalam mendorong peningkatan jaringan jalan mantap hingga 80 persen.
Plt. Kepala Dinas PMD Sumbawa, Rachman Ansori, menegaskan bahwa capaian indikator persentase jaringan jalan dalam kondisi baik tidak semata ditopang oleh pembangunan jalan kabupaten. Lebih dari itu, jalan desa yang dibiayai melalui APBDes turut memberi andil besar dalam memperkuat konektivitas wilayah.
“Dengan menggunakan indikator persentase jaringan jalan meliputi jalan kabupaten, jalan usaha tani, jalan produksi pertanian, jalan lingkungan, hingga jalan perdesaan, maka pembangunan infrastruktur pedesaan yang bersumber dari APBDes turut memberikan kontribusi yang cukup signifikan,” ujar Ansori Kamis (2/4/2026).
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, pembangunan jalan desa yang bersumber dari APBDes tercatat mencapai sekitar 34 kilometer lebih. Meski masih bersifat sementara dan belum terkoreksi, capaian ini tersebar di 133 desa di Kabupaten Sumbawa.
Tak hanya itu, berdasarkan data dari aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), total anggaran yang dialokasikan dan direalisasikan untuk pembangunan jalan desa mencapai sekitar Rp 20,424 miliar.
Pembangunan infrastruktur juga menyasar sektor pertanian. Jalan Usaha Tani (JUT) mengalami peningkatan signifikan dengan total panjang mencapai 15,7 kilometer di 77 desa, didukung anggaran sekitar Rp 9,45 miliar.
Sementara itu, pembangunan drainase lingkungan turut menjadi perhatian. Sepanjang 6,26 kilometer drainase berhasil dibangun di 54 desa dengan total anggaran sekitar Rp 6,26 miliar, sebagai upaya mendukung lingkungan yang lebih tertata dan fungsional.
Ansori yang juga menjabat Asisten III Sekda Sumbawa menambahkan, pihaknya akan melakukan rekapitulasi ulang pada tahun 2026 setelah seluruh data APBDes terinput dalam sistem Siskeudes. Namun demikian, ia memprediksi adanya potensi penurunan signifikan pada pembangunan infrastruktur pedesaan.
Hal ini seiring dengan berkurangnya alokasi APBDes Kabupaten Sumbawa pada tahun 2026 yang diperkirakan turun hingga sekitar 46 persen.
“Penurunan ini tentu akan berdampak terhadap capaian pembangunan infrastruktur pedesaan ke depan,” pungkasnya. (Editor)



























































































