Liputansumbawa.id–Penanganan Jalan Peruak Dua Anten di Reberas, Kelurahan Seketeng, serta Jembatan Batu Bangka-Prajak masih menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Pekerjaan yang belum tuntas, termasuk jembatan yang disebut telah berbulan-bulan tidak berlanjut, kini ditargetkan kembali dikerjakan pada awal November 2026.
Persoalan tersebut mencuat setelah DPRD Sumbawa menerima aspirasi masyarakat dan meminta adanya tindak lanjut terhadap kondisi infrastruktur tersebut. Salah satu kendala yang diakui pihak Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa berkaitan dengan keterbatasan anggaran.
Menanggapi persoalan tersebut Komisi III DPRD Sumbawa bersama Kepala UPTD Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Pulau Sumbawa, Mustafa, S.T., M.T., turun langsung meninjau kondisi ruas Jalan Peruak Dua Anten di Reberas, Kelurahan Seketeng, serta Jembatan Batu Bangka-Prajak, Rabu (7/10/2026).
Di lokasi, Mustafa berdialog dengan anggota Komisi III DPRD Sumbawa dan masyarakat. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan ruas jalan dan jembatan tersebut, termasuk persoalan anggaran.
“Kami akan usahakan jalan ini supaya tidak ada keluhan masyarakat. Terkait kondisi Jalan Peruak Dua Anten dan jembatan penghubung Batu Bangka-Prajak, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Mustafa.
Dalam kunjungan tersebut, masyarakat juga mempertanyakan belum tuntasnya pekerjaan Jembatan Batu Bangka-Prajak. Warga menyebut penyelesaian jembatan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindak lanjut pekerjaan di lapangan.
Menanggapi keluhan tersebut, Mustafa memastikan pihaknya akan mengupayakan agar penanganan Jalan Peruak Dua Anten, Reberas, dan Jembatan Batu Bangka-Prajak dapat kembali berjalan pada tahun ini.
“Kami akan upayakan agar ruas Jalan Peruak Dua Anten Reberas dan Jembatan Batu Bangka-Prajak ini segera dikerjakan dalam tahun ini,” ujarnya.
Menurut Mustafa, persoalan tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Daerah Sumbawa maupun pihak terkait lainnya, terutama menyangkut kendala anggaran yang menjadi salah satu faktor terhambatnya penanganan.
“Hal ini akan terus kami koordinasikan ke pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkaitan mengenai terkendalanya anggaran,” katanya.
Ia menyebut, solusi teknis dan pola penanganan akan dibahas bersama pihak-pihak terkait. Untuk pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan yang sempat terhenti tersebut, Mustafa berharap dapat kembali dimulai pada awal November 2026.
Pekerjaan tersebut direncanakan menggunakan pola swakelola.
Mustafa menegaskan pihaknya akan terus mengupayakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, khususnya terhadap kondisi Jalan Peruak Dua Anten dan Jembatan Batu Bangka-Prajak yang selama ini menjadi perhatian warga.
Dengan adanya peninjauan langsung tersebut, masyarakat berharap persoalan infrastruktur di kawasan tersebut tidak kembali berlarut dan penanganannya dapat direalisasikan sesuai target pada tahun 2026. (Yy)


























































































