Liputansumbaw.id–Ketua Garda Satu NTB, Abdul Hakim yang akrab disapa Bang Akim, menyayangkan pembagian menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Sumbawa yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi menu bergizi sebagaimana mestinya.
Bang Akim menilai, program yang seharusnya memberikan asupan gizi yang baik bagi siswa justru berpotensi menyimpang apabila tidak diawasi secara serius.
“Kami sangat menyayangkan jika benar menu yang dibagikan tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi gizi yang telah ditetapkan. Program ini sangat baik, tetapi harus dijalankan dengan benar,” ujarnya
Ia menegaskan, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sumbawa tidak boleh tinggal diam atau sekadar berpangku tangan terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, perlu ada langkah cepat untuk memastikan kualitas makanan yang diterima para siswa.
Bang Akim juga mengingatkan, dugaan ketidaksesuaian menu ini tidak menutup kemungkinan terjadi di sekolah lain apabila pengawasan tidak diperketat.
“Satgas MBG harus turun langsung melakukan pengecekan. Jangan sampai hal seperti ini terjadi juga di tempat lain,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya meminta agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab terhadap penyediaan makanan segera dievaluasi. Jika terbukti tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan, maka perlu diberikan sanksi tegas.
“SPPG harus segera dievaluasi. Jika ditemukan pelanggaran, berikan teguran keras. Bila perlu hentikan sementara operasionalnya atau bahkan cabut izinnya,” tandas Bang Akim.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap program MBG harus dilakukan secara ketat agar tujuan utama meningkatkan gizi anak-anak sekolah benar-benar tercapai dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat. (LS).







































































