Single News

Pemkab Sumbawa dan NGO Internasional Salurkan Bantuan untuk 173 Anak Yatim

Liputansumbawa.id–Yayasan Kebaikan Madani Indonesia bersama Stichting Rizq asal Belanda dan Asar Humanity kembali membuktikan komitmen kepedulian sosialnya di Kabupaten Sumbawa. Pada Minggu, (4/11/2026), lembaga-lembaga kemanusiaan ini menyerahkan paket bantuan bagi 173 anak yatim dan kaum dhuafa.

Kegiatan sosial yang sarat makna ini dipusatkan di halaman TKIT Permata Hati, Kompleks Unter Katimis, Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa. Tidak sekadar berbagi santunan, momentum tersebut juga dirangkaikan secara khusus dengan launching program wakaf produktif inovatif bernama Wardaya (Warung Keluarga Dhuafa Berdaya) Fried Chicken (WFC).

Acara ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., yang memberikan apresiasi mendalam atas sinergi apik antara pemerintah daerah dan lembaga non-pemerintah (NGO).

Dalam sambutannya, Dr. H. Budi Prasetiyo menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Stichting Rizq, Asar Humanity, serta Yayasan Kebaikan Madani Indonesia atas kepedulian mereka kepada ratusan anak yatim di Sumbawa.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan dari Stichting Rizq, Asar Humanity, dan Yayasan Kebaikan Madani Indonesia untuk 173 anak-anak yatim. Tentu kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah dan NGO bisa terus bersinergi membantu masyarakat kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sekda menegaskan kesiapan penuh pemerintah daerah dalam mengawal program ekonomi umat tersebut. Ia menyatakan siap mendampingi program Wakaf Produktif Wardaya Fried Chicken sebagai gerakan social preneur untuk membantu masyarakat dhuafa secara berkelanjutan hingga mandiri.

“InsyaAllah saya siap mendampingi dan membina hingga program ini besar dan membantu banyak masyarakat dhuafa di luar sana,” tambahnya penuh optimisme.

Suasana acara yang khidmat mendadak cair dan penuh gelak tawa ketika Sekda Budi Prasetiyo menyelipkan candaan khasnya. Dengan gaya santai, ia mengaku sangat menyukai hidangan ayam.

“InsyaAllah pagi ini akan kita launching bersama-sama sebagai mimpi kita semua. Dan saya juga sangat suka makan ayam. Katanya kalau yang suka ceker, jago cari uang. Nah, kalau saya sukanya sayap, karena saya suka terbang ke mana-mana,” ujarnya berseloroh yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian ekonomi umat, Sekda langsung membuktikan kepeduliannya di tempat. Sesaat setelah meresmikan program WFC, ia memborong seluruh produk makanan tersebut dan membagikannya secara gratis kepada anak-anak yatim, kader posyandu, serta panitia yang hadir.

“InsyaAllah sebagai bentuk dukungan dan perhatian, kita yakin ini akan menjadi gerakan social preneur yang akan membantu banyak orang,” pungkasnya.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sumbawa, sekaligus memperluas jaring pengaman sosial melalui konsep wakaf produktif yang mandiri. (MK).