Liputansumbawa.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas melalui kegiatan Pembinaan Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2026 yang digelar di Aula Inspektorat Kabupaten Sumbawa, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Sumbawa tersebut merupakan tindak lanjut pembinaan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Mewakili Bupati Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, S.T., M.T., membuka kegiatan yang turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumbawa, Jayakusuma, S.Sos., narasumber dari BPKP NTB, para kepala OPD, serta peserta pembinaan.
Dalam laporannya, Inspektur Kabupaten Sumbawa yang diwakili Irban I, Ishak Rahman, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pembinaan ini bertujuan meningkatkan maturitas SPIP Terintegrasi di seluruh perangkat daerah sekaligus memperkuat penerapan manajemen risiko dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Melalui pembinaan tersebut, pemerintah daerah juga ingin meningkatkan kapasitas aparatur dalam memahami dan mengimplementasikan SPIP Terintegrasi, memperkuat budaya pengendalian, mencegah penyimpangan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah, aset, maupun pelayanan publik.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan materi yang disampaikan Tim BPKP Perwakilan NTB. Hari pertama diikuti seluruh kepala OPD dan Komite Pengelolaan Risiko (KPR), sedangkan hari kedua diikuti asesor SPIP pemerintah daerah, asesor perangkat daerah, tim penjamin kualitas, serta admin pemerintah daerah.
Dalam sambutan Bupati Sumbawa yang dibacakan Lalu Suharmaji Kertawijaya, ditegaskan bahwa SPIP tidak lagi dipandang sekadar sebagai instrumen pengawasan administratif, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, SPIP Terintegrasi menggabungkan berbagai elemen penting, mulai dari manajemen risiko, pengendalian korupsi, penguatan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), hingga sistem pengendalian intern yang mendukung terciptanya birokrasi yang profesional dan adaptif.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, berkomitmen terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan SPIP Terintegrasi sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang modern, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan.
Ia juga mengajak seluruh kepala perangkat daerah memanfaatkan pembinaan tersebut sebagai momentum memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan mengidentifikasi setiap potensi risiko secara objektif serta terbuka terhadap berbagai masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap penguatan SPIP Terintegrasi dapat mendukung terwujudnya pemerintahan yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (Editorial)


























































































