Liputansumbawa–Di tengah suasana Hari Raya Idulfitri yang seharusnya penuh kebahagiaan, warga RT 01 dan RT 02 Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, justru dilanda duka mendalam. Kebakaran hebat yang terjadi pada Minggu dini hari (22/3/2026) meluluhlantakkan permukiman warga.
Sedikitnya 30 rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara 6 unit lainnya terdampak. Tragedi ini juga merenggut satu korban jiwa, seorang petugas pemadam kebakaran, Muhammad Solikin, yang gugur saat menjalankan tugas, diduga akibat tersengat listrik.
Pasca kejadian, berbagai elemen bergerak cepat memberikan bantuan.
Salah satunya datang dari Anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sumbawa yang turun langsung ke lokasi untuk membantu pembersihan puing-puing sisa kebakaran serta mendukung operasional dapur umum.
Ketua Kwarcab Sumbawa, Varian Bintoro, menyampaikan duka mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran Pramuka merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama.
“Ini musibah besar. Puluhan rumah warga habis dilalap api. Kami dari Gerakan Pramuka hadir untuk membantu meringankan beban korban, mulai dari pembersihan hingga mendukung dapur umum,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa untuk memastikan keterlibatan anggota Pramuka, baik dari Dewan Kerja Cabang (DKC) maupun Dewan Kerja Ranting (DKR), tetap siaga dalam membantu penanganan pascabencana.
Ia juga menyebut, tragedi ini menggugah kepedulian banyak pihak, termasuk kalangan pemuda yang tergabung dalam Pramuka, untuk bersama-sama hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Di tengah puing-puing yang masih menyisakan bau hangus, warga yang sebelumnya merayakan Lebaran kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat tinggal. Suasana haru pun menyelimuti lokasi kejadian.
Untuk itu, Pramuka Kwarcab Sumbawa turut membuka dan membantu posko di Sekretariat Kwarcab sebagai bagian dari upaya penanganan darurat, yang dijadwalkan berlangsung sejak 23 hingga 27 Maret 2026.
Melalui aksi nyata ini, semangat gotong royong kembali ditunjukkan, bahwa di tengah bencana, kepedulian dan solidaritas tetap menjadi kekuatan utama masyarakat Sumbawa. (LS)








































































