Single News

Proyek Hilirisasi Ayam Nyaris Gagal, Kini Jadi Kebanggaan NTB

Liputansumbawa.id – Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot mengungkapkan bahwa Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa sempat berada di ambang kegagalan dan hampir keluar dari daftar nasional.

Hal itu disampaikannya saat ground breaking proyek tersebut di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (6/2/2026).

“Program ini hampir hilang dari NTB. Kami berjuang di detik-detik terakhir bersama anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan,” ungkap Jarot.

Ia mengaku sempat pesimis hingga 95 persen proyek ini gagal, terlebih ketika proyek tersebut sempat hilang dari daftar nasional.

“Kami resah dan gelisah. Bahkan sampai saya marahi Pak Sekda. Tapi Alhamdulillah, dengan komunikasi intensif ke PT Berdikari, proyek ini bisa diselamatkan,” ujarnya.

Jarot menegaskan, proyek ini menjadi kebanggaan masyarakat NTB, khususnya Sumbawa, karena masuk dalam enam ground breaking pertama secara nasional.
Menurutnya, proyek ini akan memberikan multiplier effect besar, terutama bagi peternak unggas, usaha DOC, pakan, UMKM, koperasi, hingga pasar Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Nilai investasi mencapai Rp20 triliun untuk sarpras dan Rp50 triliun untuk usaha UMKM dan koperasi. Ini peluang besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, masuknya investasi turut berdampak pada sektor transportasi dan industri. Jarot mencontohkan peningkatan penerbangan di Bandara Sumbawa yang kini mencapai tiga kali sehari.

“Kalau investasi ini kita jaga, investor akan datang. Tapi kalau ada yang ganggu, bukan hanya yang baru, yang lama pun bisa kabur,” tandasnya. (LS)