Liputansumbawa.id—RSUD Sumbawa terus mengupayakan penambahan alat kesehatan modern dari Kementerian Kesehatan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, mengatakan pihaknya saat ini aktif melakukan advokasi ke pemerintah pusat agar RSUD Sumbawa segera mendapatkan bantuan alat kesehatan penting seperti CT Scan, Mamografi, alat laboratorium serta peralatan kesehatan ibu dan anak.
“Alat-alat ini sangat dibutuhkan masyarakat Sumbawa supaya pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Mataram atau Denpasar,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Namun demikian, ia mengakui pengadaan alat kesehatan tersebut masih terkendala kondisi RSUD Sumbawa yang hingga kini masih beroperasi di dua lokasi berbeda.
Menurutnya, sistem pelayanan dua lokasi membuat kapasitas ruang menjadi terbatas sehingga rumah sakit belum bisa memenuhi sejumlah persyaratan pengembangan alat kesehatan skala besar.
“Kita kemungkinan besar bisa dapat bantuan CT Scan dan Mamografi, tetapi ada potensi kehilangan bantuan alat lain sampai Rp80 miliar karena masih dua lokasi,” katanya.
Ia menegaskan, pembangunan rumah sakit terpadu di kawasan Sering menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kesehatan dapat lebih optimal dan efisien.
Selain berdampak terhadap pelayanan, sistem dua lokasi juga dinilai memboroskan anggaran operasional rumah sakit.
“Pendaftaran dua tempat, apotek, teknisi, laundry, satpam sampai sopir semuanya dobel. Itu saja sudah boros sekitar Rp2 miliar per tahun,” ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pihak RSUD Sumbawa tetap berupaya memperbaiki pelayanan melalui peningkatan kualitas SDM, pelatihan tenaga kesehatan serta perbaikan sistem kerja internal. (LS)



























































































