Single News

Sedeka Ponan di Malili Tampil Memukau, Bupati Sumbawa Rayakan Tradisi Samawa yang Penuh Syukur dan Pesona

Sumbawa Besar – Dusun Malili, Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, berubah menjadi lautan kegembiraan pada Sabtu malam (31/1/2026). Ratusan warga tumpah ruah menyaksikan Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan, sebuah perayaan adat yang dikemas meriah melalui beragam pertunjukan seni tradisi Tau Samawa. Kehadiran Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., semakin menambah semarak suasana.

Pentas seni budaya ini menjadi ajang pertemuan lintas generasi, di mana nilai tradisi berpadu dengan kreativitas seni dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, para asisten daerah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, perwakilan LATS, Ketua Lembaga Adat Ponan, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.

Ketua Panitia yang juga Ketua Lembaga Adat Ponan, Drs. H. Amrullah, melaporkan bahwa sekitar 200 undangan menghadiri kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Lembaga Adat Ponan telah berdiri sejak 2004 dan secara konsisten menyelenggarakan Sedeka Ponan setiap tahun dengan sistem rotasi di tiga dusun, yakni Dusun Poto, Dusun Bekat, dan Dusun Malili. Tahun ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya lembaga adat tersebut menerima bantuan dana sebesar Rp60 juta dari Bupati Sumbawa sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya.

Beragam sanggar seni lokal tampil memeriahkan malam budaya tersebut. Mulai dari Sanggar Seni Buin La Jendre, Sanggar Seni Matano dari Dusun Poto, Sanggar Seni Bulaeng, Samawa Etnis, Sanggar Nisung Gali dari Kecamatan Lape, hingga penampilan Rajasua Band, semuanya sukses memukau penonton. Sorak sorai dan tepuk tangan warga mengiringi setiap pertunjukan, menandai kebanggaan akan identitas budaya Samawa yang terus hidup.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Sedeka Ponan yang dikemas melalui pentas seni budaya. Ia menegaskan bahwa Sedeka Ponan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan agraris yang sarat nilai syukur, kebersamaan, serta kecintaan terhadap alam.

Menurut Bupati, kegiatan ini sangat layak didorong sebagai bagian dari kalender event pariwisata daerah karena mampu menyatukan unsur seni, adat, dan partisipasi masyarakat dalam satu perayaan yang hidup dan menarik.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa nilai-nilai Sedeka Ponan sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program Sumbawa Hijau Lestari, yang dijalankan lewat berbagai kegiatan Safari Sumbawa Menanam. Ia meyakini pesan menjaga keseimbangan alam akan semakin kuat jika disampaikan melalui seni dan budaya yang dekat dengan masyarakat.

Pentas Seni Budaya Sedeka Ponan di Dusun Malili pun berlangsung hangat, meriah, dan penuh pesona. Di bawah gemerlap lampu panggung serta kebersamaan warga, tradisi ini kembali menegaskan dirinya sebagai ruang syukur dan ekspresi budaya yang terus dirawat, diwariskan, dan dirayakan oleh masyarakat Sumbawa.