Liputansumbawa.id –Menanggapi beredarnya informasi terkait hilangnya seorang siswa atas nama Gilang Dirga yang tengah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR), pihak sekolah memberikan klarifikasi resmi bahwa kabar tersebut tidak benar saat di temui awak media pada Rabu 1 April.
Kepala Sekolah Rakyat, Nani Indrawati, S.S., M.Pd, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (1/4/2026) menjelaskan bahwa siswa tersebut tidak hilang, melainkan pulang sendiri tanpa izin karena diduga merasa rindu terhadap keluarganya.
“Anak tersebut bukan hilang, tetapi kabur pulang. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh kondisi psikologisnya yang masih merindukan keluarga, mengingat para siswa baru saja kembali ke sekolah setelah libur cukup panjang, sekitar satu minggu,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa mayoritas siswa di Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu, khususnya dari kategori desil 1 dan desil 2, serta tidak sedikit yang berasal dari keluarga broken home.
Kondisi ini membuat pendekatan pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pendekatan emosional dan kekeluargaan.
“Kami tidak hanya mendidik sebagai guru, tetapi juga berupaya memberikan perhatian layaknya orang tua. Ini bagian dari dedikasi kami untuk memastikan anak-anak mendapatkan kasih sayang dan pembinaan yang maksimal,” lanjutnya.
Dari sisi keamanan, pihak sekolah menegaskan bahwa lingkungan sekolah telah dilengkapi dengan 14 titik CCTV yang tersebar di berbagai area strategis. Selain itu, terdapat petugas penjaga sekolah yang secara rutin melakukan patroli, khususnya di titik-titik yang tidak terjangkau kamera pengawas.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak Sekolah Rakyat berharap masyarakat tidak lagi simpang siur dalam menerima informasi, serta tetap memberikan kepercayaan kepada pihak sekolah dalam menjalankan fungsi pendidikan dan pengawasan terhadap para siswa. (LS)



























































































