Liputansumbawa.id—Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kota Sumbawa. Kali ini, si jago merah melahap salah satu rumah warga yang berada di samping Pasar Seketeng, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, pada Sabtu (03/01/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.


Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumbawa segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas masih melakukan evakuasi guna memastikan api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kawasan pasar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, Sahabuddin, S.Sos., M.Si., yang terjun ikut ke lokasi kejadian untuk memadamkan, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan empat armada pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran tersebut.
Ia menjelaskan, kebakaran diduga berawal dari kebocoran kompor gaa saat pemilik rumah tengah memasak di dapur.
“Pemilik rumah sempat keluar dan lupa mematikan kompor gas, sehingga api dengan cepat membesar dan memicu kebakaran,” jelas Sahabuddin.
Dalam proses penanganan, petugas sempat mengalami kendala karena harus berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memadamkan aliran listrik terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar api tidak menyebar lebih luas.
“Pemadaman aliran listrik sangat penting, mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk dan dekat dengan aktivitas perdagangan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kerugian materiil akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Lebih lanjut, Sahabuddin mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari penggunaan kompor gas. Ia menekankan pentingnya memastikan kondisi kompor dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah, terlebih di tengah kondisi cuaca panas yang dapat memicu kebakaran.
Proses pemadaman kebakaran juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Kemacetan sempat terjadi di perempatan Blok M dan perempatan Pasar Seketeng, akibat aktivitas evakuasi dan banyaknya warga yang memadati lokasi. (LS)







































































