Liputansumbawa.id–Rendahnya nilai Adipura Kabupaten Sumbawa yang hanya mencapai 28,50 mendorong Pemerintah Daerah bergerak cepat menangani persoalan sampah, terutama keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.
Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, turun langsung memimpin aksi gotong royong di Kecamatan Utan, Jumat (3/4/2026), meski bertepatan dengan hari libur nasional.
Didampingi Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Satpol PP, Wabup meninjau sekaligus ikut dalam kegiatan pembersihan di kawasan Taman Utan dan kolong jembatan baru yang selama ini dipenuhi tumpukan sampah.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Bawah jembatan itu ruang publik, bukan tempat buang sampah,” tegasnya di sela kegiatan.
Di lokasi, terlihat tumpukan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga material organik menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Bahkan aliran sungai sempat terganggu akibat sampah yang mengendap.
Wabup Ansori langsung menginstruksikan Dinas LH untuk menurunkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan. Ia juga menegaskan agar sampah yang diangkut dibawa ke tempat pembuangan resmi.
“Segera angkut ke TPS resmi, jangan hanya dipindahkan ke lokasi lain,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab juga akan memperketat pengawasan terhadap warga yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan melalui Satpol PP akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Namun demikian, Wabup tetap mengedepankan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebersihan ini tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” katanya.
Ansori juga menyoroti rendahnya skor Adipura Sumbawa yang masuk kategori zona hitam. Ia meminta camat dan kepala desa untuk lebih aktif mengawasi dan menggerakkan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Camat dan kades harus jadi garda terdepan. Jangan biarkan TPS liar terus bermunculan,” tegasnya.
Kegiatan gotong royong tersebut berhasil mengangkut sejumlah besar sampah dari lokasi. Pemerintah daerah memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin melalui program Jumat Bersih di titik-titik rawan.
Pemkab Sumbawa berharap, upaya ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperbaiki penilaian Adipura ke depan. (LS)



























































































