Liputansumbawa.id–Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menyampaikan komitmennya menjadikan Sumbawa sebagai pusat pengembangan industri garam nasional. Hal ini disampaikan saat konsolidasi internal bersama kepala OPD Pemda Sumbawa di Lembah Batudulang, Kecamatan Batulanteh, Kamis, 1 Januari 2026.
Menurut Bupati, hingga saat ini Sumbawa belum tercantum dalam peta nasional sebagai salah satu produsen utama garam, meski memiliki potensi besar. Sementara itu, pemerintah pusat, khususnya Presiden terpilih Prabowo Subianto, menargetkan penghentian impor garam yang saat ini mencapai 70% dari kebutuhan nasional.
“Bapak Prabowo sudah menyampaikan bahwa garam ke depan tidak boleh lagi diimpor. Untuk itu dibutuhkan pengembangan industri dalam negeri yang kuat. Sumbawa adalah salah satu daerah yang sudah siap, bahkan menyediakan lahan seluas 10 ribu hektare untuk pengembangan industri garam,” jelas Bupati.
Ia menekankan bahwa industri garam adalah sektor yang paling berkelanjutan, karena bahan bakunya tidak akan habis: air laut dan sinar matahari. “Selama belum kiamat, air laut dan matahari tidak akan habis. Jadi ini industri yang bahan bakunya abadi,” ungkapnya.
Dengan potensi alam dan komitmen pemerintah daerah, Bupati berharap Sumbawa dapat menjadi bagian penting dalam upaya kemandirian garam nasional, sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian lokal. (LS)






























































