Single News

Tambang Dodo Butuh 20 Ribu Pekerja pada 2027, Sumbawa Harus Siapkan Tenaga Lokal

Liputansumbawa.id—Kabupaten Sumbawa dituntut segera menyiapkan tenaga kerja lokal untuk menghadapi proyek konstruksi tambang Dodo yang dijadwalkan mulai 2027. Pasalnya, proyek yang dikembangkan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tersebut diproyeksikan membutuhkan sekitar 20.000 pekerja.

Besarnya kebutuhan tenaga kerja ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi daerah. Tanpa pemetaan kebutuhan dan peningkatan keterampilan sejak dini, masyarakat lokal berisiko kehilangan kesempatan kerja karena tidak memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan perusahaan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sumbawa, Rabu (14/10/2026), yang dipimpin Ketua Komisi IV, Muhammad Takdir. Rapat membahas kesiapan tenaga kerja lokal untuk menyongsong proyek konstruksi tambang Dodo.

Senior Manager Government Relation PT AMNT, Ahmad Salim, menyatakan perusahaan memiliki komitmen untuk mengutamakan tenaga kerja lokal dalam kegiatan pertambangan.

Menurutnya, kebutuhan pekerja dalam jumlah besar pada tahap konstruksi harus diantisipasi bersama. Jika tenaga kerja lokal tidak memiliki kompetensi sesuai kebutuhan, peluang tersebut berpotensi diisi pekerja dari luar daerah.

Ahmad juga menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan tenaga kerja lokal sebagai bagian dominan dalam kegiatan di Blok Elang, dengan target mencapai 90 persen.

DPRD Minta Kebutuhan Pekerja Dipetakan

Anggota DPRD Sumbawa, Sukiman, menilai komitmen penyerapan tenaga kerja lokal harus diikuti langkah konkret. Pemerintah daerah perlu memperoleh gambaran terperinci mengenai jenis pekerjaan, jumlah pekerja yang dibutuhkan, serta kualifikasi yang harus dipenuhi calon tenaga kerja.

Menurutnya, pemetaan harus dilakukan berdasarkan tingkat keterampilan, mulai dari kategori rendah, menengah, hingga tinggi. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Peran Balai Latihan Kerja (BLK), lanjutnya, perlu dioptimalkan agar pelatihan yang diberikan tidak sekadar bersifat umum, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan proyek pertambangan.

Sukiman juga menyampaikan rencana kunjungan kerja DPRD ke kawasan Batu Hijau untuk melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan pertambangan dan membandingkannya dengan rencana pengembangan tambang Dodo.

Disnakertrans Siapkan Pemetaan dan Pelatihan

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Sumbawa mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berdiskusi dengan manajemen PT AMNT. Surat resmi juga telah dilayangkan untuk membahas proyeksi kebutuhan tenaga kerja selama periode 2027–2031.

Disnakertrans berencana mengundang PT AMNT untuk memaparkan kebutuhan tenaga kerja secara khusus, meliputi jumlah pekerja yang dibutuhkan, peluang perekrutan tenaga kerja lokal, kualifikasi pekerjaan, hingga portofolio yang harus dimiliki para pencari kerja.

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan perusahaan dalam pendidikan dan pelatihan tenaga kerja lokal. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah membangun platform digital untuk memetakan potensi, kompetensi, dan kesiapan pencari kerja di Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, Disnakertrans menyoroti ketentuan dalam peraturan daerah yang disebut menetapkan porsi tenaga kerja lokal sebesar 40 persen. Ketentuan tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi di tengah besarnya kebutuhan pekerja untuk proyek pertambangan mendatang.

Jangan Sampai Peluang Kerja Direbut Pekerja Luar

Dengan jadwal konstruksi yang semakin dekat, pemerintah daerah dituntut bergerak lebih cepat. Pemetaan kebutuhan industri, peningkatan kompetensi, dan koordinasi dengan perusahaan harus segera diterjemahkan menjadi program yang terukur.

Kebutuhan hingga 20.000 pekerja semestinya menjadi peluang besar bagi masyarakat Sumbawa untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Namun, peluang itu tidak akan otomatis dinikmati tenaga kerja lokal tanpa persiapan yang matang.

Karena itu, pemerintah daerah bersama PT AMNT perlu memastikan masyarakat Sumbawa memiliki akses terhadap informasi lowongan, pelatihan yang relevan, serta kesempatan rekrutmen yang sesuai dengan kompetensi mereka.

Jangan sampai proyek tambang berskala besar berdiri di tanah Sumbawa, tetapi masyarakat lokal justru hanya menjadi penonton karena tidak siap memenuhi kebutuhan tenaga kerja. (MK)