Single News

Target 80% Jalan Mantap Tahun 2029, Kabupaten Sumbawa Capai 50-an%

Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan 80% jalan di wilayahnya menjadi jalan mantap pada tahun 2029. Saat ini, capaiannya telah mencapai angka 50-an%, dengan gap atau selisih sekitar 29-an % yang perlu ditutupi hingga target tercapai.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan, kepada media ini Selasa (24/02/2026), menerangkan bahwa pada awal pemerintahan Jarot-Ansori, kondisi jalan mantap di Kabupaten Sumbawa hanya sekitar 48%. Tahun 2025 sendiri memiliki target penanganan tertentu.

Kendala utama dalam pembangunan jalan mantap adalah kebijakan fiskal pusat, karena alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dulunya menjadi sumber pembiayaan utama sudah tidak diterima dalam dua tahun terakhir.

Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten mengandalkan Intruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah serta anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Melalui Inpres Jalan Daerah, beberapa ruas jalan strategis sedang atau akan ditangani. Salah satunya adalah ruas Batudulang-Tepal yang sudah berproses dengan total biaya sekitar 92 miliar untuk panjang 8 kilometer (sekitar 10 miliar per kilometer). Berikutnya, ruas Tepal-Batu Rotok (12 kilometer) dan Lenangguar-Teladan (sekitar 7-an kilometer) juga sudah masuk dalam daftar prioritas pusat.

Selain itu, melalui APBD, Dinas PUPR mengoptimalkan serapan anggaran dengan menangani jalan secara fungsional, yaitu mengatasi jalan berlubang agar tetap dapat digunakan dengan lancar, yang juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat kemantapan jalan.

Muhammad Sofyan S.T menjelaskan, dengan kondisi topografi yang berbukit di wilayah selatan, biaya pembangunan jalan cukup besar. Peningkatan 1% jalan mantap membutuhkan biaya sekitar 30 hingga 40 miliar, dengan total panjang jalan kabupaten mencapai 890,99 kilometer.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini fokus pada penanganan jalan di wilayah selatan atau lingkar selatan, mengingat kondisi jalan di daerah tersebut yang cukup parah dan membutuhkan pembiayaan besar yang sulit dituntaskan hanya melalui APBD dalam satu atau dua periode pemerintahan,” tegasnya.
(Alina/Eky/Citra/Ifta)