Single News

Terbongkar! 800 Liter Solar Subsidi Disalahgunakan di Sumbawa, Rencana Dijual ke Nelayan untuk Raup Untung

Mataram, Liputansumbawa.id – Upaya penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali terungkap di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB berhasil membongkar praktik ilegal yang diduga merugikan negara sekaligus masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan berupa pengangkutan BBM dalam jumlah besar di wilayah Kecamatan Alas. Setelah dilakukan penyelidikan pada Sabtu (04/04/2026) kemarin, aparat berhasil mengamankan seorang terduga pelaku beserta barang bukti.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol FX Endriadi, menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut petugas menemukan ratusan liter solar subsidi yang baru saja dibeli dari SPBU setempat.
Ia menyampaikan, “Saat diamankan, ditemukan sekitar 800 liter solar subsidi yang baru dibeli dari salah satu SPBU di Kecamatan Alas.”

BBM subsidi tersebut diangkut menggunakan kendaraan roda tiga dan dikemas dalam sejumlah drum. Dari hasil pemeriksaan awal, solar itu rencananya akan dijual kembali secara eceran kepada nelayan di Pulau Bungin dengan harga lebih tinggi.

Para pelaku diketahui membeli solar dengan harga subsidi sekitar Rp6.800 per liter, lalu menjualnya kembali seharga Rp8.000 per liter demi meraih keuntungan.

Endriadi menegaskan, praktik ini jelas melanggar hukum dan berdampak luas. “Modus ini jelas merugikan negara dan masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi,” tegasnya.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga memastikan akan memperketat pengawasan distribusi BBM subsidi guna mencegah praktik serupa terulang, terutama yang menyasar kebutuhan masyarakat kecil seperti nelayan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan BBM subsidi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman bagi keadilan distribusi energi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (Editor)

c/IDM Times NTB-RRI