Liputansumbawa.id–Usai menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, langsung memberikan tugas perdana kepada seluruh P3K yang baru diangkat, yakni menanam pohon sebagai bentuk kontribusi nyata mendukung program Sumbawa Hijau Lestari.
Arahan tersebut disampaikan Bupati dalam kegiatan penyerahan SK P3K yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Senin (22/12/2025), didampingi Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati meminta seluruh P3K untuk berperan aktif menghijaukan daerah dengan gerakan satu orang satu pohon. Menurutnya, langkah sederhana ini menjadi bagian penting dalam menyikapi kondisi Sumbawa yang saat ini dinilai semakin gersang.
“Kami mohon bantuan semuanya. Kami sudah mencanangkan program Sumbawa Hijau Lestari. Saya minta saudara semua menanam pohon, satu orang satu pohon,” tegas Bupati.
Bupati menjelaskan, penanaman pohon dapat dilakukan secara fleksibel. Apabila tidak memungkinkan di lingkungan kantor, P3K dipersilakan menanam di tempat umum, di halaman rumah, maupun di lahan-lahan yang memungkinkan untuk penghijauan.
“Silakan tanam di halaman kantor tempat bekerja. Kalau tidak ada, tanam di tempat umum, bisa juga di rumah atau di lahan yang tersedia,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan pengawasan, Bupati menekankan agar setiap pohon yang ditanam didokumentasikan melalui foto dan dilaporkan kepada atasan masing-masing. Dokumentasi tersebut dilakukan secara berkala setiap bulan, mulai dari usia tanam hingga pertumbuhan pohon dalam jangka waktu satu tahun.
“Difoto dan diserahkan ke atasan. Setiap bulan difoto untuk didokumentasikan. Usia tanaman per bulan sampai satu tahun tetap kita monitor,” jelasnya.
Menurut Bupati, gerakan ini bukan sekadar simbolis, melainkan wujud kepedulian ASN, khususnya P3K, terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan Sumbawa.
“Ini adalah kontribusi kita bersama untuk menyikapi Sumbawa yang saat ini gersang. Mari kita mulai dari diri kita sendiri,” pungkasnya.
Tugas perdana tersebut menjadi penegasan bahwa pengabdian sebagai P3K tidak hanya sebatas pelayanan administratif, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial dan lingkungan demi terwujudnya Sumbawa yang hijau, lestari, maju, dan berkelanjutan. (LS)







































































