Sumbawa, Liputansumbawa.id — Persoalan sampah kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Menyusul maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di berbagai wilayah, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, langsung memimpin rapat koordinasi guna mencari solusi konkret, Rabu pagi, di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa.
Rapat tersebut melibatkan kepala OPD terkait serta para camat se-Kabupaten Sumbawa. Fokus utama pembahasan adalah meningkatnya jumlah TPS liar yang kini kian sulit dikendalikan dan tersebar di sejumlah titik strategis.
Fenomena TPS liar ini tidak hanya ditemukan di pinggir jalan dan fasilitas umum, tetapi juga merambah bantaran sungai hingga lahan kosong. Kondisi tersebut dinilai merusak wajah kota sekaligus berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, Wabup Ansori mengungkapkan bahwa persoalan sampah turut memengaruhi capaian penilaian Adipura Kabupaten Sumbawa. Dengan nilai 28,50, Sumbawa masih berada pada kategori zona hitam—sebuah indikator bahwa pengelolaan kebersihan daerah belum optimal.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang menjadi tantangan utama, mulai dari luasnya sebaran TPS liar, keterbatasan armada pengangkut, hingga minimnya sumber daya manusia di sektor persampahan. Tak kalah penting, perilaku masyarakat serta belum maksimalnya peran pemerintah kecamatan dan desa juga menjadi pekerjaan rumah bersama.
Ansori pun menegaskan bahwa penanganan sampah tidak boleh lagi bersifat sementara. Ia meminta langkah cepat yang berorientasi pada hasil nyata dan berkelanjutan.
“Penanganan harus dilakukan sesegera mungkin. Kita harus fokus pada hasil nyata di lapangan, bukan hanya dibersihkan, tetapi juga dipastikan agar sampah tidak muncul kembali,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mendorong camat dan kepala desa untuk mengambil peran aktif di wilayah masing-masing dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Menurutnya, keberhasilan penanganan sampah sangat bergantung pada sinergi lintas sektor hingga tingkat desa.
“Ini bukan hanya untuk kepentingan penilaian Adipura, tetapi untuk kebersihan lingkungan kita dalam jangka panjang,” ujarnya.
Selain itu, keterlibatan masyarakat juga dinilai menjadi kunci. Wabup Ansori menekankan bahwa perubahan perilaku harus dibangun melalui aksi nyata, bukan sekadar imbauan.
Dengan langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan persoalan sampah di Sumbawa dapat segera teratasi, sekaligus memperbaiki citra kebersihan daerah di masa mendatang. (Editor)



























































































