Liputansumbawa.id–Di tengah luka akibat banjir bandang yang menerjang Desa Ropang, Kecamatan Ropang, kehadiran Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, Selasa (17/03/2026), menjadi penguat bagi warga yang sedang berjuang bangkit.
Orang nomor dua di Kabupaten Sumbawa itu turun langsung meninjau lokasi bencana sekaligus menyerahkan bantuan darurat. Ia menyapa warga satu per satu, mendengar cerita mereka, dan melihat langsung rumah serta lahan pertanian yang rusak akibat terjangan banjir.
Didampingi Camat Ropang, Kepala Desa, dan unsur Forkopimcam, Wabup Ansori memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan dari berbagai perangkat daerah seperti Dinas Sosial, Dinas Pangan, PRKP, hingga BPBD telah disalurkan dalam bentuk sembako dan logistik darurat.
Dalam dialog bersama warga, Ansori menjelaskan bahwa bencana ini tidak lepas dari kondisi alam dan lingkungan yang mulai berubah.
“Kondisi lereng yang curam ditambah berkurangnya tutupan lahan menjadi salah satu pemicu. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” ungkapnya dengan nada tenang.
Namun lebih dari itu, Ansori mengajak masyarakat untuk melihat bencana ini sebagai pengingat bersama agar kembali menjaga keseimbangan alam.
“Kita harus kembali merawat alam seperti yang diajarkan leluhur kita. Menanam pohon, menjaga hutan, dan tidak membuka lahan sembarangan. Alam yang kita jaga, akan menjaga kita,” pesannya hangat.
Momen penyerahan bantuan berlangsung haru. Sejumlah warga tampak menahan air mata saat menerima paket sembako yang diserahkan langsung oleh Wabup. Di tengah keterbatasan, bantuan itu menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri.
“Kami ingin masyarakat tetap kuat dan tidak kehilangan harapan. Pemerintah akan terus bersama warga sampai kondisi benar-benar pulih,” tambahnya.
Kehadiran Wabup Ansori pun mendapat apresiasi dari warga. Mereka berharap ke depan ada langkah nyata seperti penghijauan dan penguatan kawasan resapan air agar bencana serupa tidak terulang.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa sendiri berkomitmen untuk melakukan penanganan lanjutan, termasuk langkah mitigasi jangka panjang di wilayah rawan bencana, demi melindungi masyarakat di masa mendatang. (LS)








































































