Liputansumbawa.id–Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan, meski dihadapkan pada sejumlah tantangan di lapangan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan, saat ditemui awak media di kantornya, Rabu (6/5/2026) menyampaikan bahwa upaya mewujudkan jalan mantap masih membutuhkan kerja bertahap dan dukungan berbagai pihak.
Menurutnya, capaian kemantapan jalan di Kabupaten Sumbawa dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan dinamika. Pada tahun 2023, persentasenya berada di angka 42,54 persen dan kemudian meningkat menjadi 48,55 persen pada 2025.
“Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan, namun masih perlu ditingkatkan agar merata di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor menjadi tantangan dalam peningkatan jalan mantap, di antaranya luasnya jaringan jalan, tekanan kendaraan bertonase besar, serta penyesuaian alokasi anggaran yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Meski demikian, berbagai langkah terus dilakukan, mulai dari penanganan ruas prioritas hingga pemeliharaan rutin guna menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui.
Selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui program IJD (Inpres Jalan Daerah) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan, khususnya pada ruas-ruas strategis.
Program jalan mantap sendiri menjadi salah satu dari 12 program unggulan pemerintahan Jarot dan Ansori, sehingga menjadi fokus dalam pembangunan infrastruktur daerah.
Ke depan, PUPR Kabupaten Sumbawa akan terus memperkuat strategi penanganan jalan melalui pendekatan skala prioritas dan optimalisasi anggaran, agar capaian jalan mantap dapat meningkat secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah. (LS)



























































































