Liputansumbawa.id–Di saat umat Muslim masih larut dalam suasana hangat Idul Fitri, duka justru menyelimuti warga Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Minggu dini hari (22/3/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, kobaran api mengamuk dan meluluhlantakkan permukiman warga.
Dini hari yang seharusnya dipenuhi suasana silaturahmi dan kebahagiaan Lebaran, warga dikejutkan dengan teriakan panik dan cahaya api yang membumbung tinggi. Api dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya di RT 01 dan RT 02 RW 02, seakan tak memberi kesempatan bagi warga untuk menyelamatkan apapun.
Lebih dari 20 rumah hangus terbakar. Dalam hitungan menit, kebahagiaan Lebaran berubah menjadi tangis kehilangan. Pakaian baru, hidangan hari raya, hingga harta benda yang baru saja disiapkan untuk momen spesial itu, tak tersisa dilalap si jago merah.
Data sementara mencatat sedikitnya 28 warga terdampak, di antaranya Asistari, Hamzah Tifa, Hamzah Naf, Haji M. Nur, Hasbullah, Ahmad Seleha, Haji Dar Ahmad, Tabrin, Masrikuling, Adi Rahma, Hamid, M. Saen, Hadijah A. Rahman, Ahmad Asan, Nurhayati Remo, Samsul Rahma, M. Ali Saleha, Salma, Hendro, Doari Adam, Ardes, M. Saleh Taram, Junaidi, Iyah Haji Safar, Sakariah Haji M. Son, Atil, Ismail, dan Hasan Esah.
Informasi awal dari warga menyebutkan api pertama kali muncul dari rumah milik Haji M. Nur. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh puntung rokok yang belum padam atau obat nyamuk yang masih menyala sebuah kelalaian kecil yang berujung petaka besar di hari suci.
Di tengah kepanikan, tim pemadam kebakaran datang dan langsung berjibaku melawan ganasnya api. Warga bahu-membahu membantu, namun kondisi yang serba darurat membuat upaya pemadaman penuh risiko.
Di tengah upaya memadamkan api, seorang anggota pemadam kebakaran, Solikin, gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Ia diduga tersengat aliran listrik ketika berusaha memadamkan api di tengah situasi berbahaya.
Pengorbanannya menjadi luka mendalam di tengah suasana Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan.
Jenazah korban telah dievakuasi dan dalam proses pemakaman (saat berita ini ditulis, red)
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, Sahabuddin, membenarkan peristiwa tersebut, termasuk adanya korban jiwa dari pihak petugas.
“Benar telah terjadi kebakaran dan satu anggota kami meninggal dunia saat bertugas,” ujarnya.
Saat ini, proses pendinginan dan pendataan masih terus dilakukan. Sementara warga yang kehilangan tempat tinggal harus mengungsi, menjalani Lebaran dengan kondisi serba terbatas—tanpa rumah, tanpa harta, dan penuh duka.
Tragedi ini menjadi ironi pahit di hari kemenangan. Di saat banyak orang saling bermaaf-maafan dan merayakan kebersamaan, warga Kampung Sawo justru harus merelakan segalanya.
Lebaran tahun ini akan selalu dikenang, bukan hanya karena kebakaran hebat, tetapi juga karena pengorbanan seorang pahlawan kemanusiaan yang gugur demi menyelamatkan sesama. (LS)








































































