Liputansumbawa.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE., secara resmi membuka Workshop Pelatihan Pembuatan Produk Inovatif dari Perca Tenun Kre Alang, Rabu (15/04/2026), di Aula Sekretariat TP PKK Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan ini digelar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya kader PKK, dalam mengolah limbah kain tenun Kre Alang menjadi produk bernilai ekonomis, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Samawa.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah di tengah arus modernisasi. Ia menyebutkan bahwa tenun Kre Alang merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Samawa yang harus terus dijaga eksistensinya.
“Kita berbicara tentang identitas kita sebagai orang Samawa. Tugas kita adalah bagaimana Kre Alang ini tetap hidup dan relevan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk mengubah cara pandang terhadap sisa kain atau perca yang kerap dianggap tidak bernilai. Menurutnya, dari hal-hal sederhana tersebut justru dapat lahir peluang besar jika diolah dengan kreativitas.
“Seringkali kita melihat sisa-sisa kain atau perca sebagai sesuatu yang kecil, bahkan terabaikan. Padahal, jika dilihat dengan cara pandang yang berbeda, di situlah justru peluang besar muncul. Nilai tambah tidak selalu datang dari bahan baru, tetapi dari kreativitas dalam mengolah yang sudah ada,” jelasnya.
Selain itu, ia mendorong masyarakat Sumbawa untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap para pengrajin daerah. Ia juga berharap inovasi produk dari Kre Alang tidak hanya terbatas pada satu jenis, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk turunan yang variatif dan bernilai jual tinggi.
“Bukan hanya Kre Alang dalam bentuk bros saja, tetapi saya berharap bisa dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lainnya,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap workshop ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dan masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan perekonomian keluarga.
Workshop ini diikuti oleh kader TP PKK dan pelaku UMKM, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang kerajinan dan pengolahan limbah tekstil. Melalui kegiatan ini, diharapkan perca tenun Kre Alang dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (Editorial)



























































































